Ini Pengakuan Imigran yang Diamankan Imigrasi kerena Jadi Penghibur Wanita Kesepian di Batam

1500
Pesona Indonesia
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id -Imigrasi Batam mengamankan 10 imigran dari Afganistan dan Pakistan yang berstatus sebagai pencari suaka. Imigran ini diduga melakukan kegiatan haram, dengan menjadi pria yang bisa menemani wanita-wanita yang butuh kehangatan.

Lalu bagaimana para imigran ini bisa terjebak di bisnis haram itu? Salah satu imigran berinisial J mengaku awalnya tak ada niat untuk terjun ke bisnis haram ini. Namun pria ganteng berusia 17 tahun itu mengaku terjebak sejak mengenal pria bernama Bonny Syahrio, di Hotel Kolekta Batam, tempat para imigran ditampung IOM.

Sebulan lalu, J bahkan sempat berangkat ke Jakarta bersama Bonny untuk mendaftar sebagai model di sebuah agency.

“Saya ketemu Bonny sekitar delapan bulan lalu. Dia tawari saya kerjaan sebagai model di Jakarta. Saya pun mau,” ujar remaja 17 tahun itu.

J mengklaim dirinya layak menjadi seorang model. Alapagi dengan penampilan fisik yang sangat proporsional. Berkulit putih bersih, hidung mancung dan berbadan atletis, adalah keunggulan fisik yang dimilikinya.

Ditambah lagi, untuk menguatkan keinginannya menjadi seorang model, ia pun tekun belajar bahasa Indonesia. “Saya sudah 1,5 tahun di Indonesia. Sekarang sudah lancar berbahasa Indonesia,” tuturnya.

Namun langkahnya untuk menjadi model tersendat karena dana. “Butuh dana Rp 10 juta untuk lengkapi surat izin dan segala macamnya, makanya saya balik ke Batam lagi,” sambung J.

Ia mengaku, Bonny pun menawari pekerjaan menyenangkan wanita-wanita kesepian untuk mendapatkan dana tambahan. “Yang penting bisa jadi model, jadi saya mau turuti kata Bonny,” ucapnya.

Melalui Bonny, J bersama sembilan rekannya yang merupakan imigran atau pencari suaka asal Afghanistan dan Pakistan itu, diperkenalkan ke beberapa wanita di Batam yang membutuhkan kehangatan.

Kesepuluh imigran itu pun aktif mengikuti fitnes di salah satu gym di Nagoya. Hingga informasi adanya imigran berolahraga bersama wanita Indonesia di Batam, membuat pihak imigrasi Batam menelusuri kegiatan mereka.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi kelas I Khusus Batam, Muhammad Novyandri mengatakan, kesepuluh imigran tersebut telah terbukti melakukan pekerjaan yang melanggar hukum.

“Kami melakukan penyamaran melalui petugas imigrasi berinisial J, yang mencoba memesan salah satu imigran gigolo tersebut,” ujar Novyandri.

Dari pesan singkat melalui WhatsApp antara Bonny dan J, lanjut Novyandri, mereka meminta tarif 800 dolar Singapura (sekitar Rp 8 juta). “Kami bersedia agar pergerakan jaringan dapat dihentikan,” ucapnya.

Sabtu (3/9/2016) lalu, pihak Imigrasi Batam bergerak melakukan penangkapan. “J ditangkap di Hotel Amir Harbour Bay. Sementara yang lainnya ditangkap di berbagai tempat yang berbeda,” sebut Novyandri.

“Masih dalam proses pemeriksaan lebih dalam,” pungkasnya. (cr15/koran bp)

Respon Anda?

komentar