Inilah Harta Bupati Banyuasin yang Disita KPK

387
Pesona Indonesia
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (Tengah) dengan pengawalan ketat petugas ketika tiba di bandara SMB II Palembang untuk menuju ke Jakarta, Minggu (4/9/2016). Bupati Banyuasin ini ditangkap oleh KPK terkait dana bantuan  dana hibah di Kabupaten Banyausin. fOTO: SUMEKS
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian (Tengah) ditangkap KPK terkait dana bantuan dana hibah di Kabupaten Banyausin. FOTO: SUMEKS/JPG

batampos.co.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait perkara korupsi yang menjerat Bupati Banyuasin, Sumatera Selatan, Yan Anton Ferdian (YAF), Kamis (8/9).

Tim Penyidik mendatangi rumah pribadi bupati yang berada di Komplek Poligon tersebut. Setelah menggeledah rumah bupati, tim penyidik juga memeriksa sejumlah saksi.

Sehari sebelumnya, tim penyidik menggeledah beberapa tempat di lingkungan Pemkab Banyuasin. Juga menggeledah rumah Zulfikar Muharam (ZM), Direktur CV Putra Pratama di Jalan Tanjung Sari II, RT 33, Bukit Sangkal, Kalidoni.

ZM adalah pemberi suap kepada sang Bupati, sebagai ijon proyek di Disdik Banyuasin. “Hari ini (kemarin) geledah 2 lokasi,” ujar Priharsa Nugraha, kabag Pemberitaan KPK seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (9/9).

Adalah rumah pribadi Bupati YAF, Perum Bukit Sejahtera, Kel Karang Jaya, Kec Gandus, Kota Palembang dan rumah tersangka RUS, Perumahan Bukit Persada Indah, Kota Palembang.

Dari kegiatan selama dua hari itu, penyidik menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan kendaraan. Yakni, 1 unit motor Harley Davidson dan 1 unit motor Ducati dari istri Yan Anton di Rumah Dinas.

“Kedua motor saat ini dititipkan di Polres Banyuasin. Sedangkan, mobil dititipkan di Polda Sumsel,” ujarnya.

Lalu di rumah Darus Rustami, kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin diamankan 1 unit mobil Mitsubishi Mirage dari keluarga tersangka RUS.(jpg)

Respon Anda?

komentar