Kamar Pemondokan Jamaah Haji Indonesia Terbakar

506
Pesona Indonesia
Spring bed yang sebagian hangus terbakar sampai terlihat kawat pegasnya (kiri). Rice cooker (kanan atas) dan kabel-kabel (kanan bawah) yang hangus diduga akibat korsleting.  Foto: media center haji Indonesia
Spring bed yang sebagian hangus terbakar sampai terlihat kawat pegasnya (kiri). Rice cooker (kanan atas) dan kabel-kabel (kanan bawah) yang hangus diduga akibat korsleting. Foto: media center haji Indonesia

batampos.co.id – Jamaah haji asal Indonesia yang menghuni pemondokan nomor 624 dikejutkan dengan asap tebal yang tiba-tiba muncul pada Kamis (8/9/2016) pukul 10.15 Waktu Arab Saudi atau pukul 14.15 WIB.

Setelah diteliti, sumber api dari kamar nomor 215. Dan ternyata asap itu muncul dari kebakaran yang disebabkan korsleting listrik.

Kepala Sektor 6 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Mazdjad menjelaskan, kebakaran itu berasal dari colokan listrik di kamar tersebut.

Awalnya, pemilik kamar menggunakan satu colokan untuk men-charge ponsel sekaligus menanak nasi dengan rice cooker. Diduga terjadi hubungan arus pendek yang akhirnya menyebabkan kebakaran.

”Hanya berlangsung sekitar 30 menit, setelah itu bisa dipadamkan. Lima jamaah yang tinggal di kamar itu juga sedang tidak ada di tempat,” ujar Mazdjad.

Dia menjelaskan, asap pertama kali terpantau oleh jamaah lain yang juga menempati kamar lantai dua. Mereka langsung melapor ke pengelola gedung dan api bisa segera dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi akhirnya tak sempat bekerja. Mazdjad menjelaskan, kamar itu dihuni lima ibu-ibu dari kloter 9 embarkasi Batam.

Saat kebakaran terjadi, para penghuni kamar itu sedang mengikuti bimbingan ibadah di tempat lain. Kebakaran itu akhirnya menghanguskan barang-barang saja.

Di antaranya, kasur, rice cooker, selimut dan beberapa barang perlengkapan hotel lainnya. ”Barang berharga milik jamaah juga tidak ada yang terbakar,” ujarnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang mendengar kabar kebakaran itu langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Dia melihat langsung dampak kebakaran serta menemui para jamaah yang tinggal di pemondokan itu.

“Ini pelajaran berharga. Jangan mengunakan peralatan yang menggunakan daya listrik tanpa pengawasan,” pintanya.

Dia meminta agar ke depan pengawasan dan sosialisasi penggunaan listrik dengan benar di kamar-kamar jamaah harus digencarkan.

Itu menjadi tantangan bagi para petugas untuk memandu jamaah yang karakternya sangat kompleks.

”Dalam kebakaran hari ini memang ada beberapa¬† barang yang tentu rusak. Tapi Alhamdulillah semua penghuni kamar selamat,” ujar Lukman.

Berdasar catatan PPIH, kekabaran kali ini merupakan yang kedua di kawasan tersebut. Sebelumnya ada jamaah yang membuang puntung rokok ke tumpukan sampah, sehingga menimbulkan api.

Tahun lalu, ada juga kebakaran di pemondokan jamaah Indonesia yang disebabkan aktivitas memasak dengan rice cooker di atas kasur. (fat/sep/JPG)

Respon Anda?

komentar