Kapal Bermuatan Beras Impor Selundupan Belum Diserahkan ke Bea Cukai

440
Pesona Indonesia
Mujayin, Kabid P2 Bea Cukai, Batam. Foto: Icank/Posmetro
Mujayin, Kabid P2 Bea Cukai, Batam. Foto: Icank/Posmetro

batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat mengamankan kapal penyelundup beras asal Singapura belum lama ini. Namun hingga saat ini kapal tersebut belum diserahkan ke Bea Cukai untuk diproses lebih lanjut.

“Sampai sekarang belum dilimpahkan (Bakamla),” ungkap Kepala Bidang P2 Bea Cukai Batam, Mujayin, seperti dilansir posmetro.co (grup batampos.co.id), Kamis (8/9/2016) sore.

Tak hanya kapal bermuatan beras yang diduga ilegal itu, Mujayin juga menyebutkan  kapal yang menyelundupkan 20 ton pasir timah pertengahan Mei 2016 lalu di perairan Natuna, Kepri, juga belum dilimpahkan Bakamla.

“Kita minta Bakamla segera limpahkan tangkapan tersebut dan itu harus lengkap,” tegas Mujayin.

Sebenarnya, pengusaha atau importir yang hendak melakukan impor berbagai produk pangan ke Batam, tidak perlu menggunakan cara ilegal. Sepanjang menggunakan dokumen yang lengkap dan sah berlaku, maka Bea Cukai tak akan mempersulit.

Nah, saat barang masuk memang harus melalui pemeriksaan fisik oleh Bea Cukai jika melalui jalur merah. Namun jika melalui jalur hijau bebas dari pemeriksaan fisik, hanya pemeriksaan dokumen.

“Hanya 15 persen importir menggunakan jalur merah, sisanya nya 85 persen menggunakan jalur hijau,” ujar Mujayin. Sementara untuk pusat, importir yang menggunakan jalur merah lebih sedikit hanya 5 persen saja.

Mujayin mengakui tak semua barang yang lewat jalur hijau dicek satu persatu. “Dalam hal ini kita ada intel untuk mengawasi dan menyelidikinya,” tutup Mujayin. (cnk/PM/nur)

Respon Anda?

komentar