Kedaluarsa, 130 Karung Gula dan 125 Karung Beras Hibah KPPBC Batam Dimusnahkan

488
Pesona Indonesia
Beras dan gula hibah dari KPPBC Batam saat proses pengangkutan ke dalam gudang penyimpanan di Setajam, Dabo Singkep, beberapa waktu lalu. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos
Beras dan gula hibah dari KPPBC Batam saat proses pengangkutan ke dalam gudang penyimpanan di Setajam, Dabo Singkep, beberapa waktu lalu. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Seksi Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Lingga, Raswin akan melakukan pemusnahan gula sebanyak 130 karung, dan 125 karung beras ┬ákarena kedaluarsa. Beras dan gula tersebut bantuan hibah dari KPPBC Batam untuk Kabupaten Lingga belum lama ini.

“Bantuan hibah ini tidak dapat kami serahkan kepada masyarakat karena sudah masuk tenggat waktu kedaluarsa,” ujar Raswin kepada koran Batam Pos di Setajam, Kamis (8/9) siang.

Raswin manambahkan, cara pemusnahan gula akan dibuang ke laut untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan. Pasalnya, jika dibuang ke sembarang tempat dikhawatirkan akan menimbulkan efek bahaya dimasa mendatang.

Sedangkan Disperindagkop akan menjual beras yang kedaluarsa kepada warga yang memiliki ternak. Teknik ini dilakukan Disperindagkop sebagai cara mendapatkan uang untuk membayar uang sewa gudang yang selama ini dipakai untuk menyimpan beras dan gula hibah itu.

“Kami ingin mempercepat pemusnahan ini juga menimbang jika dilakukan terlalu lama maka sewa gudang juga semakin membengkak,” ujar Raswin.

Sedangkan sebagian lain beras dan gula hibah dari KPPBC Batam yang masih dalam keadaan layak konsumsi, sudah berbentuk paket sebanyak 1.335 paket. Selanjutnya, keseluruhan paket sembako itu akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di seluruh warga Lingga.

Keseluruhan paket sebanyak 1.335 yang telah dikemas tersebut adalah hasil pemaketan tahap kedua. Sedangkan pemaketan pada tahap pertama sebanyak 1.985 paket telah sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan hibah beras dan gula kali ini menghasilkan 3.320 paket. Perpaket hanya dihargai Rp 35 ribu saja,” tutup Raswin. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar