Landasan Pacu Bandara Dabo Diperpanjang, Pesawat Lebih Besar Bisa Mendarat

1569
Pesona Indonesia
Bandara Dabo. foto:rpg
Bandara Dabo. foto:rpg

batampos.co.id – Bandara Dabo, salah satu aset perusahaan Timah di Dabo Singkep yang telah ada sejak Perang Dunia II bisa menjadi jalan untuk membuka simpul sulitnya konektivitas di Kabupaten Lingga. Dengan diperpanjangnya landasan Bandara Dabo tersebut akan mempermudah konektivitas menuju kabupaten paling selatan Kepri yang memiliki sumber daya alam melimpah.

Hal ini memungkinkan kemudahan bagi investasi, wisatawan maupun akses masyarakat setempat. Untuk itu, pemerintah daerah terus menggesa persiapan lahan dengan merelokasi ratusan pemakaman warga Thionghoa yang masih terus berlangsung.

Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Raja Muchsin mengatakan, pada 2017 mendatang pengerjaan perpanjangan akan dilakukan. Bandara Dabo yang juga menjadi salah satu sejarah besar Lingga tersebut, dengan kejayaan timah masa silam kembali dipersiapkan untuk landasan pesawat jet yang berukuran lebih besar.

“Sampai saat ini relokasi masih terus berlangsung. Bandara akan dibangun oleh Kementerian Perhubungan dengan dana sekitar Rp 25 Miliar,” kata putra asli Dabo tersebut beberapa waktu lalu.

Terkait soal relokasi dan ganti rugi terhadap makam-makam, kata dia, sudah tidak ada malasah lagi dan berjalan lancar.

Selama ini, kata Muchsin, aktifnya Bandara Dabo yang dilayani Susi Air sudah sangat membantu konektivitas wilayah pesisir. Hanya saja, kursi yang disediakan pesawat masih terbatas yakni hanya 15 kursi dan jadwal keberangkatan yang belum melayani setiap hari.

Sementara dilapangan, cukup banyak pengguna jasa penerbangan tersebut dengan ongkos yang relatif murah dan cepat. Berkisar Rp 300 ribu untuk setiap keberangkatan. Jika dibandingkan dengan kapal laut, waktu akan terpangkas dan menjadi pilihan saat musim laut tidak bersahabat.

“Kalau bisa didarati pesawat yang lebih besar, tentu akan sangat membantu kunjungan ke Lingga. Begitu juga sebaliknya,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar