Lurah Sebut Tak Berizin, Pemilik Gudang Terbakar di Tanjungpinang Merasa Dirugikan

364
Pesona Indonesia
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Petugas memasang garis polisi di lokasi kebakaran gudang bahan material bangunan di jalan Di Panjaitan Tanjungpinang, Rabu (7/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Joni (40), pemilik gudang Toko Hembas Jaya, yang terbakar Rabu (7/9) pukul 03.40 WIB, merasa dirugikan atas komentar Lurah Melayu Kota Piring (MKP), Ferry Ismana. Lurah menyatakan bahwa gudang yang terbakar tersebut tidak memiliki izin.

Joni menyatakan, ia memiliki semua surat izin yang dikeluarkan semenjak 2012 lalu. Baik izin bangunan dan izin BP2T yang berlaku sampai 2017.

“Saya merasa kecewa dan dirugikan dengan komentar lurah yang menyebut bahwa bangunan saya tidak mempunyai izin,” katanya kepada sejumlah wartawan Kamis (8/9).

Joni juga meminta kepada Lurah Melayu Kota Piring, Ferri Ismana, untuk menarik pernyataanya yang sudah dikeluarkan kepada media, yang menyebutkan gudang Hembas Jaya tidak memiliki izin.

“Segeralah menarik kata-kata yang dikeluarkan. Semestinya terlebih dahulu untuk mengecek,” sebutnya.

Sementara itu, Simon Awantoko, anggota Komisi I yang membidangi Hukum dan Perizinan meminta, kepada Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmasyah untuk menegur bawahanya agar tidak mengeluarkan pernyataan yang sembarangan merugikan pihak lain.

Ini juga pelajaran kepada SKPD lain agar berhati-hati untuk mengeluarkan sebuah pernyataan dan terlebih dahulu untuk mengkroscek kebenaran.

“Janganlah sembarangan apalagi menyangkut suatu usaha seseorang,” ujarnya.

Sebelumnya, Lurah Melayu Kota Piring, Ferri Ismana mengaku, terkejut dengan adanya gudang penyimpanan bahan material di belakang Warnet Hembas tersebut. Pasalnya dirinya tidak pernah mendapat laporan tentang adanya aktifitas di situ.

“Kalau gak ada kejadian ini saya pun tidak tau ada gudang ini. Setahu saya gudang ini tak berizin dan tidak pernah melaporkan aktivitasnya ke RT maupun ke Kelurahan,” jelasnya.

Dikatakan Ferri, berdasarkan informasi yang didapatnya, gudang milik pengusaha Joni yang juga pemilik Warnet dan Biliar Hembas tersebut sudah berdiri selama 20 tahun. Sejak toko bangunan itu tutup dan diganti menjadi warnet, pihaknya tidak mendapat laporan keberadaan gudang tersebut.

“Pemilik gudang hanya melaporkan aktivitas usaha warnet saja kepada pihak Kelurahan dan perangkat RT-RW. Keberadaan gudang tersebut juga pernah ditanyakan oleh RT dan RW namun tak digubris pemiliknya,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar