Perseteruan Duterte-Obama Cair di Meja Makan

617
Pesona Indonesia
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden AS Barrack Obama saat jamuan maklan malam di acara penutupan KTT ASEAN di Vientiane, Laos, Kamis malam (8/9/2016). Foto: philstar.com
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Presiden AS Barrack Obama saat jamuan maklan malam di acara penutupan KTT ASEAN di Vientiane, Laos, Kamis malam (8/9/2016). Foto: philstar.com

batampos.co.id – Hinaan yang dilontarkan Presiden Filipinan Rodrigo Duterte terhadap Presiden Obama sebelum Forum Regional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Vientiane, Laos, karena Obama disebut hendak menceramahi Duterte terkait tindakan tegasnya membantai sekitar 2.400 warganya yang menjadi sindikat narkoba, sempat membuat Obama marah.

Obama bahkan membatalkan pertemuan bilateral dengan Duterte yang sebelumnya sudah dijadwalkan bertemu empat mata di sela-sela KTT ASEAN tersebut.

Namun, kemarahan dan ketenganan kedua pemimpin ini cair di acara jamuan makan malam para delegasi dan undangan di penutupan KTT tersebut, Kamis malam (8/9/2016) lalu.

Obama dan Duterte terlihat saling berjabat tangan dan berbincang ringan.

“Saya sangat senang (pertemuan) itu terjadi,’’ kata Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay.

Pertemuan tak resmi itu terjadi Rabu malam (7/9). Tepatnya, sesaat menjelang jamuan makan malam ketika dua pemimpin negara tersebut menunggu panitia menyiapkan kursi untuk mereka. Meski memasuki ruang makan dari pintu yang berbeda, Obama dan Duterte akhirnya bertemu dan saling pandang.

Entah siapa yang lebih dulu memulai, Obama dan Duterte akhirnya saling berjabat tangan di sela KTT ASEAN. Mereka berbincang selama sekitar dua menit. ’’Suasananya hangat dan menyenangkan,’’ kata saksi yang lain, Alan Cayetano.

Pria yang pada masa kampanye pilpres menjadi wakil Duterte itu mengaku lega akhirnya dua tokoh dunia tersebut bertukar sapa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Obama dan Duterte memang dijadwalkan bertemu di sela KTT untuk melakukan pertemuan bilateral. Namun, pertemuan yang diagendakan sejak lama itu akhirnya batal. Gara-garanya, Duterte mengumpat saat ditanya wartawan tentang rencana pertemuannya dengan Obama yang diduga akan sarat isu HAM. Ketika itu, presiden yang baru dilantik pada 30 Juni lalu tersebut menyebut Obama anak pelacur.

Insiden tersebut sempat membuat KTT ASEAN diwarnai ketegangan meski Filipina lantas minta maaf. Maka, ketika akhirnya Obama dan Duterte saling bertegur sapa, Manila lega. Demikian halnya dengan Washington.

“Dalam interaksi itu, mereka berdua juga bercanda,’’ kata salah seorang pejabat Gedung Putih. Percakapan tidak berlanjut karena dua pemimpin itu duduk di meja yang terpisah.

Begitu jamuan berakhir, media langsung menyerbu Obama. Mereka ingin tahu apa saja yang diperbincangkannya dengan Duterte.

“Sekeji apa pun jaringan (kriminal) itu dan sebesar apa pun kejahatan yang dilakukan, penting bagi kita untuk memastikan bahwa semua kita lakukan dengan benar,’’ papar presiden keturunan Kenya tersebut. Itu merupakan cara Obama menyindir halus gaya Duterte dalam memerangi narkoba.

Sementara itu, tentang sumpah serapah Duterte, Obama mengaku tidak terkejut. Sebab, sejak awal kemunculannya di media, pengganti Benigno Aquino tersebut memang identik dengan kata-kata kasar dan tidak sopan serta umpatan.

Karena itu, ketika Duterte menyumpahinya pun, Obama tidak terganggu. ’’Saya tidak memasukkannya dalam hati. Apalagi, kata-kata itu memang sering meluncur dari mulutnya,’’ ujarnya. (afp/reuters/bbc/hep/c17/any/adk/jpnn)

Respon Anda?

komentar