Polda Sumut Masih Tunggak 264 Kasus

310
Pesona Indonesia
Markas Polda Sumatera Utara. Foto: dokumen JPNN
Markas Polda Sumatera Utara. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Polda Sumut mencatat masih ada sekitar 264 kasus yang menunggak selama periode 2015-2016. Dari jumlah itu, diantaranya 239 kasus pelanggaran disiplin (Garplin) dan 25 kasus kode etik.

Hal itu disampaikan Waka Polda Sumut, Brigjend Pol Adhi Prawoto saat membuka Rakernis Fungsi Propam dan Sosialisasi Perkap No 2/2016 di Mapolda Sumut, Rabu (7/9). Menurut dia, ada juga pelanggaran pidana umum tahun 2015 yang tertunggak sebanyak 88 kasus.

Jika pada periode Januari hingga Agustus 2016, ada 28 kasus. Lebih jauh, untuk pelanggaran dengan pidana narkoba, tercatat ada 25 kasus di tahun 2015. Jika pada periode Januari hingga Agustus 2016, ada 22 kasus.

“Untuk anggota yang dikenakan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) tahun 2015, ada sebanyak 69 orang. Sedangkan periode Januari hingga Agustus 2016 ada 40 orang,” ujar Adhi seperti diberitakan Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini (9/9).

Menurut dia, kendala yang dihadapi untuk menyelesaikan tunggakan perkara disiplin dan kode etik selama ini adalah terbatasnya SDM (personel) yang memiliki sertifikat akreditor. Selain itu, juga meningkatnya jumlah pengaduan masyarakat (Dumas) di jajaran Poldasu.

Adhi bilang, Rakenis Propam dinilai pentin guna melakukan evaluasi kinerja pengemban fungsi Propam. Terlebih, dalam hal penyelesaian tunggakan perkara disiplin dan kode etik profesi Polri (KEPP) di Polda Sumut serta jajarannya.

“Rakernis Propam sejajaran Poldasu merupakan momen untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan langkah-langkah teknis serta kreatif dalam pelaksanaan tugas fungsi propam,”ucapnya.

Dia menambahkan, eksistensi Propam sangat penting dalam mengimplementasikan program prioritas promoter Kapolri point ke10, yakni penguatan pengawasan sekaligus mewujudkan program quick wins Polri point ke-6, revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik.

“Moment Rakernis ini agar benar-benar dimanfaatkan untuk merumuskan solusi berbagai kendala yang ada,” tandasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar