Polisi Periksa Rekening Bonny, Penghubung Imigran Ganteng dengan Wanita

835
Pesona Indonesia
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Hario Prasetyo mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengamankan Bonny yang diduga menjadi perantara imigran ganteng dengan para wanita yang membutuhkan tenaga kudanya. Namun setelah melakukan pemeriksaan selama 1×24 jam terhadap Bonny, pihaknya tak bisa menahannya karena tak cukup bukti.

“Betul sudah diamankan empat hari yang lalu, namun kita belum cukup bukti untuk menetapkan dia sebagai tersangka. Makanya Kita minta dia untuk wajib lapor hingga menemukan bukti lain,” ungkapnya, Jumat (9/9/2016).

Aryo mengungkapkan terpenuhinya unsur mucikari dalam praktik prostitusi jika seseorang mendapatkan keuntungan dalam penjualan jasa.

“Mucikari itu harus mendapatkan keuntungan, dan itu yang sedang kita cari. Kita masih mendalami, terhadap imigran masih ditanya secara lisan, karena masih saat ini mereka masih di pihak imigrasi,” lanjutnya.

Hario menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap Bonny dalam kasus prostitusi ini hanya sebatas mengenalkan salah seorang imigran yang berinisial J kepada beberapa teman wanita yang dikenal oleh Bonny.

Sementara untuk dugaan Bonny yang menjadi mucikari dari J dan menerima uang dari hasil penjualan jasa dari J masih dilakukan pendalaman.

“Kita ada minta sama orang bank untuk membuka rekening milik Bonny, dan disitu ada transferan dari seorang cewek berinisial H sebesar 2 juta,” terangnya.

Namun Hario belum bisa memastikan apakah uang itu sebagai persenan untuk Bonny. “Dari keterangan Bonny uang itu ditransfer oleh seorang cewek untuk J. Uang itu akan digunakan J untuk membeli hape, karena J tidak memiliki hape,” terangnya lagi.

Sementara itu, perkenalan antara Bonny dengan J karena pernah tinggal bersama di kosan depan Nagoya Mansion.

“J ini kan pencari suaka dan korban konflik. Ia tidak punya uang dan diajak oleh Bonny untuk tinggal bersamanya,” pungkas Hario. (eggi)

Respon Anda?

komentar