Polres Basel Ringkus Bajak Laut, Empat Masih Buron

691
Pesona Indonesia

Borgol_afp

batampos.co.id – Jajaran Polres Bangka Selatan (Basel) terus memburu para pelaku bajak laut yang beraksi di wilayah perairan laut perbatasan Bangka Belitung (Babel) dengan Sumatera Selatan (Sumsel), tepatnya di perairan laut Tanjung Menjangan dan Pulau Maspari.

Seperti diberitakan Babel Pos (Jawa Pos Group) hari ini menyebutkan, pelaku bajak laut yang belum berhasil diringkus sebanyak 4 orang.

Diantaranya, Gepeng (28) anak Basroni alias Bas Tato (55) yang merupakan pimpinan gerombolan bajak laut di Sungaikong, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel). Selain Gepeng, 3 rekan pelaku lainnya yang masuk dalam daftar target operasi (TO).

Sebelumnya, anggota tim gabungan (Timgab) terdiri dari tujuh anggota Satpolair dan lima Buser Satreskrim Polres Basel yang dipimpin Kasat Polair, AKP Albert Dhaniel Tampubolon meringkus dan melumpuhkan salah satu pelaku bajak laut atas nama Basroni alias Bas Tato pada Rabu (7/9) pagi.

Pelaku, Bas Tato ditangkap anggota tim gabungan di kediamannya di Sungaikong saat asik tidur bersama istri keduanya. Sedangkan, Gepeng anaknya tidur di bagian ruang tengah rumah. Melihat kedatangan anggota tim gabungan, mereka melarikan diri sembari mengeluarkan tembakan dari senjata api (senpi) rakitan yang diarahkannya ke anggota tim gabungan. Dalam upaya penangkapan para pelaku bajak laut ini sempat terjadi saling baku tembak dan perlawanan sehingga anggota tim gabungan melumpuhkan Bas Tato dengan tembakan yang mengenai bagian punggung, serta dada sehingga pelaku tewas di tempat.

Adapun sejumlah barang bukti (BB) yang ditemukan anggota tim gabungan dari hasil penggeledahan di rumah Bas Tato, antara lain, GPS satelit beserta antenna, handpone samsung warna putih dan handpone nokia warna biru, tombak, parang gagang hitam, dua bilah parang pendek kembar dan badik kecil yang ada di tangan pelaku Bas Tato.

Kapolres Basel, AKBP Satria Rizkiano SiK MSi didampingi Wadir Polair Polda Babel, AKBP M Zainul saat ditemui wartawan, Kamis (8/9) siang membenarkan bahwa anggotanya dari Satpolair dan Satreskrim berhasil meringkus dan melumpuhkan salah satu pelaku perompakan yang selama ini meresahkan nelayan Basel.

“Pelaku atas nama Bas Tato dan Gepeng ini hubungannya bapak dan anak. Tim datang ke rumahnya Bas Tato dan saat itu Gepeng sedang tidur di luar, melihat kedatangan anggota tim gabungan langsung melarikan diri dan anggota mengejarnya. Sedangkan, Bas Tato tidur di dalam bersama istrinya dan dibangunkan oleh istrinya kemudian langsung digiring keluar oleh anggota sembari mencari Gepeng anaknya,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, Gepeng anak Bas Tato memiliki senjata api (Senpi) rakitan. Karena saat melarikan diri dari kejaran anggota tim gabungan ia sempat mengeluarkan tembakan.

“Gepeng mengeluarkan tembakan saat dikejar anggota, dan kemudian Bas Tato juga berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan membawa badik. Anggota terus mengejar Bas Tato dan Gepeng yang melarikan diri ke arah kiri dan kanan, namun Bas Tato terpojok oleh anggota yang berhadapan lalu diberikan tembakan peringatan 2 kali, akan tetapi Bas Tato tidak juga mengindahkannya sehingga anggota melumpuhkannya yang mengenai bagian punggung dan dada,” jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, bahwa pelaku Bas Tato sempat melukai anggota tim gabungan. Pelaku Bas Tato ini sebelumnya tinggal di Sukadamai Toboali bersama istri dan anak-anaknya.

“Setelah istri pertamanya meninggal dunia kemudian Bas Tato menikah lagi dengan orang Sungaikong dan tinggal di Sungaikong bersama istri dan Gepeng anaknya.

“Pelaku utamanya adalah Gepeng yang selama ini meresahkan masyarakat nelayan dan juga pihak keluarganya. Gepeng anak Bas Tato termasuk pimpinan perompak yang beraksi diperairan laut Bangka Selatan. Indikasi anggota (perompak) sebanyak 5 orang, Bas Tato, Gepeng dan 3 orang lainnya masih kita pantau keberadaannya bersama dengan pihak Polres OKI Sumsel,” kata Kapolres.

“Dengan dilumpuhkannya salah satu pelaku semoga para pelaku lainnya jera, tindakan tegas yang kita lakukan terhadap pelaku untuk memberikan rasa aman kepada nelayan saat turun melaut. Antisipasi ke depan kita koordinasi dengan pihak Polsek Selapan, Polres OKI dan Polair Polda Sumsel serta Polda Babel,” jelas Kapolres seraya mengapresiasi khususnya kepada anggota Satpolair dan anggota Buser Satreskrim Polres Basel atas kinerjanya dalam pengungkapan pelaku perompakan tersebut yang selama ini meresahkan nelayan.

Selain itu, Kapolres juga mengucapkan terimakasihnya kepada Ditpolairud dan Diskrimum Polda Babel yang ikut serta membackup melakukan penyidikan dan penyelidikan kasus perompakan, ucap Kapolres.

Sementara, Wadir Ditpolairud Polda Babel, AKBP M Zainul menegaskan bahwa pelaku perompakan yang lainnya masih terus diburu. “Nelayan jangan takut untuk turun melaut, kita akan terus melakukan patroli dan meningkatkan keamanan di laut, pelaku-pelaku lainnya terus kita buru,” tegas Wadir Ditpolairud Polda Babel.

Pengungkapan terhadap salah satu pelaku perompakan oleh jajaran Polres Basel mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari para legislator DPRD Basel. Apresiasi tersebut disampaikan secara langsung oleh ketiga pimpinan DPRD Basel, yaitu H Spioni, H Ansyroi Norman dan Syamsul Bahri kepada wartawan.

“Kita apresiasi kinerja pihak kepolisian jajaran Polres Basel yang telah berupaya melakukan pengungkapan terhadap kasus perompakan yang selama ini meresahkan nelayan. Dan kita apresiasi tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polres Basel terhadap pelaku perompakan yang meresahkan nelayan,” kata Ketua DPRD Basel, H Spioni didampingi Wakil Ketua, H Ansyori Norman dan Syamsul Bahri.(jpg)

Respon Anda?

komentar