Delapan Warga Natuna Ditangkap Polisi Perairan Malaysia saat Selundupkan Barang

503
Pesona Indonesia
Larangan impr beras memicu marakya penyelundupan beras di Kepri. Foto: yashinta/batampos
Larangan impr beras memicu maraknya penyelundupan beras di Kepri. Sementara itu, delapan warga Natuna ditangkap polisi Malaysia karena menyelundupan barang dari Malaysia ke Serasan, Natuna. Foto: yashinta/batampos

batampos.co.id – Nasib delapan warga Desa Arung Ayam Kecamatan Serasan Timur Natuna hingga saat ini tergantung pada polisi perairan Malaysia. Pasalnya mereka ditahan setelah berusaha menyelundupkan sembako dari Sematan, Malaysia, ke Serasan, Natuna.

Camat Serasan Timur Natuna, Khaidir mengakui, delapan warga yang ditahan polisi perairan Malaysia setelah kedapatan membawa berbagai kebutuhan pokok secara ilegal, dengan menggunakan dua kapal pompong.

“Kejadian penahanan ini, akhir bulan Agustus lalu, sampai sekarang masih ditahan kepolisian Malaysia,” ungkap Khaidir, Jumat (9/9).

Delapan warga yang ditahan ini, kata Khaidir, adalah bernama Taip, Ateng, Iwan, Dedi, Yudi, Bujang dan Gunawan. Semuanya warga Arung Ayam, Kecamatan Serasan Timur. Aktifitas delapan warganya sudah berjalan sejak lama.

“Meraka ini ditangkap di perbatasan antara perairan Malaysia dan perairan Serasan. Sekitar dua jam lagi dua pompong ini tiba di Serasan. Sekarang mereka ditahan di Kuching Serawak,” ujar Khaidir.

Khaidir mengatakan, menurut informasi saat ini kedelapan warganya sudah menjalani sidang di MA Diraja Malaysia. Namun pihak keluarga masih menunggu putusannya. Mereka berharap pihak yang berkaitan dengan perdagangan lintas batas negara yang belum dilegalkan pemerintah.

“Keluarga tentu masih menunggu kabar, supaya bisa segera pulang,” ujar Khaidir.

Seperti diketahui, kebutuhan pokok di Kecamatan Serasan maupun di Serasan Timur mayoritas produk Malaysia. Dekatnya wilayah antar Serasan dan Malaysia menyebabkan warga setempat memilih berbelanja kebutuhan pokok di negeri seberang dengan harga yang lebih murah, meski risikonya tidak sebanding.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar