Derby Manchester, Pembuktian Dua Pelatih dan Dua Klub Hebat

338
Pesona Indonesia
Jose Mourinho vs Pep Guardiola. Sumber Foto/grafis: express.co.uk
Jose Mourinho vs Pep Guardiola. Sumber Foto/grafis: express.co.uk

batampos.co.id – Sama-sama pindah ke Liga Premier Inggris, rivalitas Jose Mourinho dan Pep Guardiola pun berlanjut. Bahkan disebut-sebut yang paling panas di era sepak bola modern.

Namun, di Liga Inggris, rivalitas kedua pelatih hebat ini bakal jauh lebih panas ketimbang saat keduanya melatih klub elit di Spanyol. Pasalnya, keduanya kini melatih klub yang sama-sama bermarkas di kota yang sama, Manchester.

Dalam sejarah kepelatihan Mou dan Pep, keduanya sudah 16 kali bertemu sebelum laga derby akhir pekan ini antara Manchester United vs Manchester City. Dan, Guardiola terbilang superior dalam 16 kali pertemuan itu.

Guardiola berhasil menang 8 kali pada pertemuan tersebut, salah satunya melalui adu penalti. Sementara Mourinho hanya menang tiga kali sementara sisanya berakhir dengan imbang.

Pertama kali kedua pelatih bertemu saat Barcelona menghadapi Internazionale Milan pada 2009-2010.

Laga tersebut berakhir 0-0 dimana pada laga itu, dua pemain Barcelona akan bermain di laga Derby nanti yaitu Zlatan Ibrahimovic dan Yaya Toure.

Saat Mourinho hengkang ke Madrid, keduanya bertemu pada 11 laga El Clasico. Salah satu laga yang paling fenomenal jelas leg kedua Piala Super Spanyol pada 2011 dimana Barcelona menang 3-2.

Pada laga itu, ada insiden dimana Marcelo mendapat kartu merah kala menekel Cesc Fabregas. Kedua tim membuat keributan di pinggir lapangan, Mesut Oezil dan David Villa pun mendapat kartu merah karena hal ini.

Salah satu momen paling diingat adalah kala Mourinho menyolok mata almarhum Tito Vilanova, yang saat itu menjadi asisten pelatih El Barca.

Ada 11 pemain yang harus dikeluarkan pada 16 pertemuan kedua pelatih. Tujuh adalah kartu merah langsung, sisanya kartu kuning kedua.

Terakhir kali kedua pelatih bertemu pada Piala Super Eropa 2013.

Saat itu Guardiola memimpin Bayern Muenchen sementara Mourinho sudah memimpin Chelsea kembali. Laga berakhir 2-2 dan Bayern menang 5-4 lewat adu tendangan penalti.

Dengan catatan itu, Pep terbilang unggul jauh dari Mourinho. Tapi laga derby kali ini, bukan hanya soal catatan kedua pelatih, tapi catatan kedua klub ini. Sejauh ini, MU masih unggul jauh dari Manchester City. Baik dalam hal perolehan titel juara di Liga Inggris maupun di ajang Internasional atau antar kelub elite Eropa lainnya.

Tak salah jika kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel menganggap The Citizen tak akan bisa menjadi seperti eks klubnya.

Meski kini tak ada lagi sosook Sir Alex ferguson di Old Trafford, bukan berarti bakal membuat pesona United pudar. Ditambah lagi absennya Setan Merah di ajang Liga Champions di dua edisi terakhir diyakini tak akan mereduksi kejayaan United.

Selain itu, rival Manchester Biru itu tak akan bisa menyamai catatan sejarah dan prestasi yang sudah diukir United.

“Tak akan ada satupun orang di dunia bisa membantah bahwa United salah satu klub terbesar dunia. Itu sudah tak bisa dipertanyakan lagi,” ucapnya dilansir Soccerway.

“Suporter United adalah yang terbesar di dunia. Itu terbukti,”

Meski begitu, Schmeichel mengakui prestasi United memang terjun bebas 3 tahun terahkhir dan kebalikan dari City yang menanjak. Tapi menurutnya itu bukanlah ukuran.

“Apakah mereka klub terbaik di dunia? Dalam tiga tahun terakhir, mereka tidak layak menyandang predikat itu. Mereka bahkan tidak dapat menjadi klub terbaik di Inggris. Manchester City telah berhasil menggantikan mereka,” papar Schmeichel lagi.

“Jika melihat hasil yang kami raih dalam tiga tahun terakhir, Anda akan sadar kalau kami telah meraih hasil yang sangat buruk. Kami finis di posisi ketujuh, keempat, dan kelima. Itu bukanlah hasil yang pantas untuk Manchester United,” imbuhnya.

Namun, tetap saja Schmeichel menepis peluang City menyaingi United dalam hal popularitas.

“Manchester City sendiri berhasil mengungguli kami dalam periode itu, jadi saat ini, saya harus mengakui kalau dari segi hasil, mereka adalah tim terbaik di kota Manchester. Namun dari segi popularitas, mereka tidak akan pernah bisa mengungguli ataupun mendekati kami,” sindir dia.

Selama berada di United, Schmeichel tercatat sudah tampil sebanyak 398 pertandingan. Dia juga pernah menjadi bagian dari skuad The Citizen. (jpgrup/PS)

Rekor Pertemuan Mourinho-Guardiola

Inter Milan 0 – 0 Barcelona
Barcelona 2 – 0 Inter Milan
Inter Milan 3 – 1 Barcelona
Barcelona 1 – 0 Inter Milan
Barcelona 5 – 0 Real Madrid
Real Madrid 1 – 1 Barcelona
Barcelona 0 – 1 Real Madrid
Real Madrid 0 – 2 Barcelona
Barcelona 1 – 1 Real Madrid
Real Madrid 2 – 2 Barcelona
Barcelona 3 – 2 Real Madrid
Real Madrid 1 – 3 Barcelona
Real Madrid 1 – 2 Barcelona
Barcelona 2 – 2 Real Madrid
Barcelona 1 – 2 Real Madrid
Bayern Muenchen 2 – 2 Chelsea (Bayern menang adu penalti)

Respon Anda?

komentar