Gubernur: Cegah Masuknya Penyakit Menular

266
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat menjadi pembicara di simposium Travel and Adventure Medicene of Asia, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (9/9). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat menjadi pembicara di simposium Travel and Adventure Medicene of Asia, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (9/9). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan pelayanan prima harus terus diberikan kepada masyarakat, terlebih lagi pelayanan kesehatan. Apalagi kondisi Kepri yang luas lautnya mencakup 96 persen. Menurutnya perlu dukungan agar pelayanan kesehatan lebih cepat dan tepat.

“Kepri sebagai pintu masuk wisatawan juga harus terus membangun kewaspadaan terhadap masuknya beragam penyakit menular, seperti wabah zika saat ini,” ujar Nurdin saat menjadi pembicara di simposium Travel and Adventure Medicene of Asia, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (9/9).

Pada kesempatan itu, Gubernur sendiri membawa kertas kerja dengan judul Implementasi Travel Medicene menuju Kepulauan Riau sebagai Basis Kemaritiman. Dijelaskannya, adanya virus zika, apabila tidak diantisipasi bakal cepat beredar. Karena ada kecemasan terhadap virus ini jika sudah masuk ke Kepri.

Dipaparkannya, dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, untuk Batam saja, ada 700 kasus demam berdarah dengue dengan 17 kematian. Penyebar demam berdarah adalah nyamuk aedes aygipty. Virus zika disebarkan oleh nyamuk yang sama. “Cukup besar risikonya jika masuk dan kita tidak mengantisipasi secepatnya,” papar Nurdin.

Lebih lanjut, pada kegiatan yang ditaja oleh Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK Universitas Indonesia dan Asia Pasifik Travel Health Society tersebut, Nurdin juga mengatakan, sesuai regulasi internasional, apapun perkembangannya, jika suatu negara sudah terkena penyakit ini, harus terus melaporkan kepada WHO. Yakni, laporan perhari tentang bagaimana perkembangannya, penanganannya dan lainnya. Tidak ada alasan untuk tidak melaporkan karena takut berdampak pada ekonomi dan kepariwisataan.

Nurdin pun minta agar Dinas Kesehatan di Kepri dan Kantor Kesehatan Pelabuhan mengantisipasi masalah ini sebaik mungkin. Dalam kesempatan itu juga, Gubernur berharap dukungan Fakultas Kedokteran UI untuk mensupport penyempurnaan sistem kesehatan daerah Kepri yang kepulauan. Tentu dengan analisis akademis supaya lebih kuat yang ditunjang dengan sumber daya manusia yang spesialis dan dokter umum yang memahami geografi Negeri Segantang Lada ini.

“Dengan infrastruktur terbatas pada 2.408 pulau di Kepri, perlu pelayanan spesifik untuk daerah Kepri. Kita juga cukup bangga dengan pelayanan kesehatan di Kepri belum lama ini. Sejumlah dokter berhasil memisahkan kembar siam Rahma dan Rahmi dan kondisi saat ini sangat baik,” ungkap Nurdin.

Simposium ini dihadiri sejumlah praktisi dan ahli kesehatan dari berbagai wilayah di Asia. Termasuk mahasiswa kedokteran dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Dari Kepri tampak hadir Kadis Kesehatan Kepri Tjecep Yudiana.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar