Kantongi izin, PT Growa Indonesia Kembali Beroperasi di Lingga

669
Pesona Indonesia
Lokasi Perusahaan PT GI di Desa Tanjungirat, Kecamatan Singkep Barat. Foto dimbil Jumat (9/9) pagi. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos
Lokasi Perusahaan PT GI di Desa Tanjungirat, Kecamatan Singkep Barat. Foto dimbil Jumat (9/9) pagi. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – PT Growa Indonesia (GI) kembali mengantongi izin perpanjangan IUP Pasir Darat dari Pemerintah Provinsi Kepri dengan Surat Keputusan Gubernur Kepri No 2031 Tahun 2016 Tentang Persetujuan Penyesuaian Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Pasir Darat yang dikeluarkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepri pada 30 Agustus 2016. Dengan keluarnya surat ini, perusahaan tersebut akan segera beroperasi kembali di Desa Tanjungirat.

Karenanya, PT GI dalam melakukan aktivitas penambangan pasir di Desa Tanjungirat sesuai prosedur berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang dilanjutkan dengan surat edaran Dirjen Tentang Pelaksanaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara, setelah berlakunya UU Nomor 23 Tentang Pemerintah Daerah yang salah satu butirnya mengatakan, kewenangan usaha pertambangan berada di tangan Pemerintahan Provinsi.

“Acuan dari keluarnya perpanjang IUP pasir darat yang dikeluarkan Pemprov Kepri berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lingga Nomor 177/KPTS/VII/2015,” kata Humas PT GI, Hamzah Jasman, dalam jumpa pers di Tanjungirat, Jumat (9/9), guna meluruskan simpang siurnya informasi perizinan penambangan pasir darat yang dimiliki perusahaan tersebut.

Dalam IUP perpanjangan penambangan pasir darat di Desa Tanjung Irat yang dikantongi PT GI diberikan waktu hingga 10 Juli 2018. Selama beraktivitas, pihaknya juga akan membayarkan semua kewajiban yang ditetapkan pemerintah. Retribusi Pajak, DKTM yang sudah ditetapkan jumlahnya akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami akan siap diawasi dalam melakukan aktivitas penambangan pasir di Desa Tanjung Irat,” katanya.

Selain uang sagu hati, dalam menjalakan aktivitas, PT GI akan memperioritaskan tenaga kerja lokal. Hal ini bukan hanya isapan jempol belaka, karena saat ini, dari 100 orang tenaga kerja sedikitnya 80 persen berasal dari Desa Tanjung Irat.

Perusahaan itu mengaku akan memberikan uang sagu hati setiap bulan kepada masyarakat, guru TPA. Membangun fasilitas jalan sepanjang 2 kilometer yang sudah dilakukan dan akan membayarkan sumbangan untuk kemajuan pendidikan yang besarannya masih dalam pembahasan bersama.

Semantara itu, Kades Tanjun Irat, Kahar, mengaku seluruh masyarakat Desa Tanjung Irat mendukung aktivitas Pertambangan Pasir PT GI. Bukan hanya karena uang sagu hati yang diberikan, tapi aktivitas penambangan pasir yang dilakukan sebelumnya, tidak terdengar keluhan masyarakat tetang adanya pencemaran yang menganggu pengahasilan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.

“Selama ini, tidak pernah masyarakat mengeluh adanya pencemaran, malah membantu prekonomian masyarakat,” ujar Kahar. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar