Ketersediaan Pangan Bintan Aman, Tapi Harga Sembako Naik

307
Pesona Indonesia
Pedagang sedang melayani pembelinya di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (9/9). Ketersediaan pangan di Bintan amankan untuk delapan bulan. foto:hary/batampos
Pedagang sedang melayani pembelinya di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (9/9). Ketersediaan pangan di Bintan amankan untuk delapan bulan. foto:hary/batampos

batampos.co.id – Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Bintan telah memastikan ketersediaan pangan khususnya komoditi sembilan bahan pokok (sembako) yang ada di Kabupaten Bintan bisa mencukupi permintaan untuk 180 ribu jiwa penduduk yang tersebar di 10 kecamatan. Namun jumlah yang tersedia hanya bisa memenuhi permintaan itu untuk delapan bulan kedepan.

“Stok pangan kita aman. Dipastikan bisa memenuhi permintaan seluruh masyarakat Bintan. Tapi hanya sampai delapan bulan kedepan,” ujar Plt BP2KP Bintan, Khairul ketika ditemui di kantornya, Jalan Nusantara Batu 18, Kelurahan Gunung Lengkuas, Jumat (9/9).

Walaupun ketersediaan sembako itu stabil sampai saat ini, lanjutnya, tapi harganya mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Seperti komoditi cabai merah yang mengalami kenaikan harga hingga 90 persen dari Rp 36 ribu per Kg menjadi Rp 62 ribu per Kg. Begitu juga dengan cabai rawit yang mengalami kenaikan Rp 5 ribu per Kg dari harga Rp 27 ribu per Kg menjadi Rp 32 ribu per Kg.

Kata Mantan Sekcam Bintim ini, diprediksi kenaikan harga tidak hanya terjadi terhadap komoditi cabai saja. Tetapi beberapa komoditi lainnya bakal mengalami kenaikan harga secara bertahap. Itu semua dikarenakan faktor cuaca, minimnya ketersediaan transportasi dan menjelang peringatan hari besar yaitu Idul Adha 1437 hijrah.

“Sembako tetap stabil tapi harganya naik. Khususnya di komoditi cabai,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini kenaikan harga sembako akan terjadi di wilayah Kecamatan Mantang, Bintan Pesisir dan Tambelan. Bahkan diprediksinya harga setiap komoditi bisa melambung lebih tinggi di tiga wilayah tersebut dibandingkan tujuh kecamatan lainnya. Hal itu dikarenakan sulitnya akses yang ditempuh untuk pendistribusian berbagai komoditi sembako itu.

“Tujuh kecamatan ada di satu daratan sehingga akses distribusinya mudah. Tapi untuk distribusi ke tiga kecamatan lainnya agak sulit. Sebab, selain minim transportasi cuaca ekstrim (angin utara) sedang melanda tiga wilayah tersebut. Jadi harganya bisa melambung lebih tinggi,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar