Polisi Amankan 4 WNA asal Tiongkok saat Menambang Emas di Solsel

563
Pesona Indonesia
BAKAL DIDEPORTASI: Empat WNA yang dipekerjakan di lokasi pertambangan emas di Solok Selatan (Solsel) saat diamankan Polres Solok Selatan, kemarin.  WNA asal Cina itu ditangkap, karena hanya memiliki visa kunjungan wisata--arditono/padang ekspres
Empat WNA yang dipekerjakan di lokasi pertambangan emas di Solok Selatan (Solsel) saat diamankan Polres Solok Selatan, kemarin. WNA asal Cina itu ditangkap, karena hanya memiliki visa kunjungan wisata. Foto: arditono/padang ekspres/jpg

batampos.co.id – Polres Solok Selatan mengamankan empat Warga Negara Asing (WNA), yang dipekerjakan di lokasi pertambangan emas di Solok Selatan (Solsel).

WNA asal Tiongkok itu ditangkap, karena hanya memiliki visa kunjungan wisata. Mereka digrebek ketika sedang membersihkan butiran emas dengan berat 4,2 gram, dilokasi kapal keruk PT Bina Bhakti Pratiwi. Penangkapan pekerja asing PT Bina Bhakti Pratiwi itu, atas informasi warga.

“Kita langsung perintahkan Kasat Intel AKP Nusirwan ke lokasi tambang. Ke empat warga Tiongkok itu, ditangkap di Korong Alai, Nagari Talantam, Kecamatan Sangir Batang Hari, Selasa (6/9), sekitar pukul 17.00.Wib. Dan hari ini Kamis dibawa ke Mapolres,” ujar Kapolres Solok Selatan AKBP Ahmad Basahil seperti diberitakan Padang Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini (10/9).

Ke empat WNA itu, yakni Wan Thailiang, 40, sebagai ketua rombongan. Kemudian Thang Zaizun,38, Ban Wai Ben,34 dan Pan Sianx Who,30.

Dia mengatakan, Wan Thailiang pertama kali ditangkap, kemudian ketiga warga Cina lainnya di lokasi Kamp. Mereka diamankan tanpa perlawanan,Ke empat warga WNA bekerja di tambang emas Solsel, sejak tanggal 30 Agustus 2016. Kemudia dilakukan penangkapan tanggal 6 September 2016 atas laporan warga.

Setelah ditangkap Selasa kemerin, pada Kamis pagi di giring ke Mapolres Solsel. WNA mengaku, hanya untuk membersihkan bangkai dua unit kapal keruk dan rencana akan ditenggelamkan. Tapi, karena melihat peluang banyaknya emas dilokasi. Mereka berubah pikiran dan bekerja sama dengan PT Bina Bhakti Pratiwi dibawah pimpinan M.Yusuf.

“Barang bukti yang disita, yakni emas urai seberat 4,2 gram. Mereka disuruh bekerja oleh PT Bina Bhakti Pratiwi,” sebutnya.

Ke empat pelaku telah melakukan penyalah gunaan visa. Saat ini mereka hanya menggantongi visa wisata liburan ke Bali, namun di pekerjakan di perusahaan tambang emas di Solsel.

“Mereka ditangkap tanpa perlawanan, hari ini (Kamis,red) langsung kita serahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Padang,” katanya.

Perusahaan tersebut kata Kapolres, baru mengantongin izin eksplorasi dan masa berlakunya sudah habis. Saat ini baru Clear and Clean ( CNC).

Dia menegaskan, bila perusahaan tak sanggup mengurus kelengkapan izin dari ekplorasi ke produksi, mestinya Pemerintah mencabutnya. Pada akhirnya, izin ekplorasi ini sekedar untuk menjual kepada investor baru. Dengan dalih perusahaan lama ambil keuntungan.

“Perusahaannya legal, tapi kegiatannya illegal,” sebutnya

Mantan Kasubdit Tipikor Polda Sumbar menjelaskan, jangan gampang keluarkan izin, pada akhirnya cacat. Tidak semua perusahaan itu jujur, soalnya bisnis. Sebab, sudah dua kali pekerja Bina Bhatik Pratiwi ditangkap.

Sanksi hukum di negara ini ringan, berupa denda. Sehingga hukum negara bisa dibeli oleh pihak perusahaan, bila tenaga kerjanya ditangkap.

“Polres tidak ada kewenangan berikan tindakan adminstrasi. Pemprov dan Pemkab perlu mengevaluasinya. Ketentuan kebijakan pertambang, seharusnya diberikan sanksi. Seperti pencabutan izin eksplorasi oleh pemerintah,” terangnya.

Sementara, Kasi Hubungan Industrian dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Solsel Ketengakerjaan Solsel, Nurhasidin menjelaskan, pihaknya sudah mendeportasi sebanyak enam orang WNI di Solok Selatan.

Tahun 2014 lalu, sebanyak lima orang warga negara cina. Juga diamankan di pertambangan emas, karena menyalahgunakan visa kunjungan. Kemudian, Juni 2016, satu orang Warga Malaysia juga ditangkap di pertambangan emas. Dengan kasus yang sama.

“Kini ditangkap lagi 4 warga Tiongkok, dengan kasus penyalahgunaan visa kunjungan,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini ada sekitar 5 orang WNA yang bekerja di sejumlah perusahaan. Yakni dua orang di PT Waskita, satu di PT KSI dan dua orang lagi di PT Incasi Raya Group,” bebernya.

Terpisah, Tim Penyidik Kantor Imigrasi Kelas I Padang, Indri menjelaskan, ke empat WNA asak Cina ini diduga penyalahgunaan visa. Pihaknya akan mengintrogasi di kantor imigran, apakah nanti akan dideportasi atau bagaimana.

“Yang jelas kita bawa dulu ke kantor imigran, untuk diintrogasi,” paparnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar