Rida K Liamsi Nyalakan Api Wirausaha Anak Muda Tanjungpinang

549
Pesona Indonesia

rdkbatampos.co.id – Pengusaha Rida K Liamsi boleh saja tidak lagi muda. Tapi spiritnya tidak pernah tua dan bahkan senantiasa muda lagi menyala-nyala. Itu ditunjukkannya kala mengisi seminar kewirausahaan di hadapan lebih dari 300 mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Jumat (9/9). Kepada generasi belia, Rida buka bicara di balik kesuksesannya membangun mega bisnis surat kabar yang sudah dirintisnya.

“Modal terbesar itu bukan melulu uang. Tapi spirit dan kepercayaan,” ungkap Rida.

Sebagaimana pada umumnya, Rida tidak menampik, seringkali ketika hendak merintis sebuah usaha, anak muda terbentur pada urusan modal, modal, dan modal. Tapi mereka yang memang berjiwa wirausaha tidak memusingkan hal ini. Malah, kata Rida, spirit dan kepercayaan itu sudah dirasa sebagai modal yang lebih dari cukup untuk merintis usaha sedari muda.

“Spirit adalah semangat,” begitu Rida menguraikannya.

Seorang wirausaha sejati tidak pernah menyerah pada setiap kemungkinan kegagalan yang selalu ada di balik setiap keputusan atau pilihan.

Dalam merintis usahanya, Rida juga tidak memungkiri pernah menuai kegagalan. Tapi itu tidak pernah dibuatnya sebagai alasan pembenar yang membolehkannya menyerah. Justru kegagalan itu adalah pelajaran untuk semakin menuju sukses di hari depan.

“Sementara kepercayaan itu adalah komitmen dengan orang lain,” lanjut Rida.

Jika sudah ada spirit yang terpatri kukuh dalam jiwa yang terwujud dalam semangat etos kerja, tinggal menunjukkan integritas dan komitmen dengan orang lain.

Misalnya, untuk memulai usaha yang memerlukan modal Rp 1 juta, tinggal memerlukan pemodal yang siap mengucurkan dana. Kata Rida, jangan fokus di satu orang saja.

“Cari 10 orang yang siap kasih modal 100 ribu. Kalau masih tidak ada yang mau, cari 20 atau 30 orang. Modal Rp 1 juta itu tadi jadi tidak terlihat besar,” terang Rida.

Seorang mahasiswa kemudian mengajukan pertanyaan. “Apakah Pak Rida memulai bisnis dari nol?”

Belum selesai kalimat selanjutnya, Rida buru-buru memotong.

“Pasti. Semua orang memulai dari nol. Tapi ingat,” kata Rida, “nol tidaklah sama dengan kosong. Nol itu nilai. Tanpa nol tidak ada Rp 1 miliar.”

Pengalaman jatuh-bangun Rida membangun bisnis telah dibuhulnya dalam buku Seratus Gerobak Martabak, Rasa Cempedak. Buku yang secara sadar dan sengaja ditulisnya untuk menyalakan api berwirausaha bagi kalangan anak muda. Dikemas secara populer dan mudah dibaca.

Dalam buku itu, ada sebuah kiat yang, kata Rida, seringkali luput dilakukan seseorang yang hendak merintis usaha. Dalam segala hal kiat dan prinsip ini berlaku universal. Rida menyampaikan, bahwasanya orang sukses itu merancang sendiri masa depannya. Seorang wirausaha sejati itu merancang sendiri peruntungannya. Rida sendiri mengaku melakukan hal yang sama.

Jauh sebelum merintis usaha media, ia adalah seorang guru di sekolah dasar di Tanjungpinang.

“Saat aku jadi guru, aku merancang bagaimana menjadi guru yang hebat, guru yang kreatif, guru yang inovatif dalam mengajar,” kenangnya.

Maka, ketika memutuskan menjadi pengusaha, prinsip yang sama pun diterapkannya.

Semua itu demi tujuan yang satu; sebuah kesuksesan, yang oleh Rida didefinisikan sebagai modal untuk terus membangun dan mewujudkan mimpi-mimpi baru.

“Itulah sukses terbesar seorang entrepreneur,” pungkasnya. (muf)

Respon Anda?

komentar