Sabar 35 Tahun, Karin Akhirnya Sukses Rebut Warisan dari Suami

766
Pesona Indonesia

cintaAnda sanggup sabar selama 35 tahun? Karin berhasil melakukannya.

Seseorang bisa melakukan apapun demi harta warisan. Apalagi, jumlah warisannya cukup besar mencapai Rp 10 miliaran.

Demi bisa menikmati warisan miliaran rupiah itu, Karin harus menutup mata dan hati selama 35 tahun atas ulah nakal suaminya.

Dia menangkal rasa kesal dan membiarkan suami memasukkan PSK-PSK tiap hari.

“Suamiku itu dulu mendem, madon bendina (mabuk, main perempuan tiap hari, Red). Judi juga. Biasalah  lahir procot sudah kaya raya. Jadinya manja,” kata Karin pada sela-sela kepengurusan surat warisan  di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Jumat (9/9).

Dikatakannya, pernikahan Karin dan Donjuan memang atas perjodohan orang tua mereka.

Orang tua Karin menjodohkan pada Donjuan yang kaya raya.

Mulanya, Karin menolak perjodohan tersebut. Namun, lambat laun Karin menerima dan mulai bersifat realistis.

Karin butuh materi untuk menunjang kebutuhannya selama ini. Karin juga anak pertama dari lima bersaudara sehingga harus bisa menyekolahkan adik-adiknya.

Karin menikah dengan Donjuan saat usianya 20 tahunan. Awal menikah, Donjuan sudah sering main perempuan, namun ia tak berani blak-blakan di depan Karin.

Pas tahun pertama pernikahan, Donjuan secara terang-terangan memasukkan selingkuhannya ke dalam rumahnya.

Donjuan merasa berkuasa karena rumah yang ia tempati itu adalah rumah warisan orang tuanya.

“Mau marah tidak bisa soalnya ya itu  saya harus bertahan supaya bisa menyekolahkan adik-adik saya,” kata Karin.

Donjuan makin nakal saja karena Karin tak kunjung hamil di usia pernikahannya yang sudah menginjak empat tahun.

Di pernikahan yang keenam, Karin hamil, namun kenakalan Donjuan makin menjadi.

Hampir tiap hari, Donjuan makin sering memasukkan PSK di rumahnya.

“Saya hanya nangis dalam hati. Waktu itu, pikiran saya sih ndang pegatan.Pikiran saya, sudah kadung sering telanjur sakit hati, kok tidak ada hasilnya. Ya saya biarkan sajalah mungkin nanti tobat. Kalau tidak ya saya bisa hidup gratis dan enak tinggal di rumah mewah,” kata  wanita yang kini tinggal di Perumahan Purimas Rungkut, Surabaya, tersebut.

Karin pun makin mantap dan membiarkan kelakukan suaminya dengan menutup hati rapat-rapat.

Dia memilih mengisi hari-harinya mengelola bisnis perhiasan dan jalan-jalan dengan uang suaminya yang melimpah.

Meskipun sudah menjadi suaminya, selama bertahun-tahun itu, urusan keuangan tetap dipegang oleh kedua orang tua Donjuan.

Pada tahun 2003, orang tua Donjuan meninggal. Karin pun bisa mengelola  segala materi orang tua Donjuan.

Sayangnya, warisan itu masih atas nama suaminya sehingga ia pun hanya bisa memanfaatkannya saja.

Akhir 2015, Donjuan terkena serangan stroke. Donjuan hanya tidur di atas kamar tidur dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Karin pun mulai membuka rahasia kesabarannya selama ini. Karin meminta Donjuan menandatangani seluruh harta warisannya atas nama dirinya.

“Ya maulah. Lha dia tidak bisa apa-apa. Nanti kalau sudah  selesai urusannya, suami saya taruh di panti jombo. Repot banget ngurusin suami tua renta,” pungkas dia.(*/no)

Respon Anda?

komentar