Sastra Indonesia Terkenal ke Berbagai Belahan Dunia Loh, Simak Deh Ini

543
Pesona Indonesia
MADAH POEDJANGGA: Dosen Senior Institute Des Langues et Civilization Orientales - Inalco  Sorbones University Group France Dr Etienne Naveau bacakan Puisi Taufik Ismail ke dalam bahasa Perancis pada malam Madah Poedjangga di  Graha Pena Riau pada  Kamis malam (8/9/2016) Malam Madah Poedjangga hadirkan dosen senior dari Perancis dan Kritikus Sastra Indonesia Maman S Mahyana dan Fakhrunnas MA Jabbar. ft: MHD AKHWAN/RIAUPOS
Dosen Senior Institute Des Langues et Civilization Orientales – Inalco Sorbones University Group France Dr Etienne Naveau bacakan Puisi Taufik Ismail ke dalam bahasa Prancis pada malam Madah Poedjangga di Graha Pena Riau pada Kamis malam (8/9). Madah Poedjangga hadirkan dosen senior dari Prancis dan Kritikus Sastra Indonesia Maman S Mahyana dan Fakhrunnas MA Jabbar. Foto: MHD AKHWAN/RIAUPOS

PEKANBARU – Pekanbaru kedatangan dua pakar sastra Indonesia dan Melayu, Kamis hingga Jumat (8-9/9) kemarin. Keduanya adalah Maman S Mahayana yang juga dosen senior Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) dan Dr Etienne Naveau dosen senior Institut des Langues et Civilization Orientales (Inalco) Surbone University Grou, Perancis.

Selain hadir dan menjadi narasumber di Madah Poedjangga, Kamis malam, keduanya juga menjadi pembicara di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak, Jumat pagi.

Pada kesempatan tersebut, Maman dan Etienne membahas tentang perkembangan bahasa dan sastra Indonesia di Prancis dan Indonesia sendiri. Sastrawan, seniman, penyair dan pekerja seni turut meramaikan kegiatan tersebut, khususnya Madah Poedjangga yang dilaksanakan di laman Madah Poedjangga depan gedung Graha Pena.

‘’Bahasa Indonesia sudah dipelajari di Prancis sejak abad 18. Kami di Prancis mempelajari Bahasa Indonesia dan sastra Indonesia,’’ kata Etienne yang fasih berbahasa Indonesia seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (10/9).

Selain mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Inalco, Etienne juga penerjemah karya-karya sastra Indonesia ke dalam Bahasa Perancis. Banyak karya yang diterjemahkannya seperti cerpen, puisi, sonata dan beberapa lainnya. Tak heran, jika Etienne sangat akrab dengan sastra dan juga budaya orang Indonesia yang didapat dari karya-karya sastra Indonesia tersebut.

Sementara itu, Maman S Mahaya memaparkan tentang bagaimana luas dan terkenalnya sastra Indonesia di berbagai belahan dunia, termasuk Prancis. ‘’Orang-orang luar mepelajari kesusasteraan Indonesia, kita harus tahu itu. Kita harus tahu bahwa kesusasteraan Indonesia itu berpengaruh, terkenal dan dipelajari banyak orang. Luas da nada di mana-mana,’’ kata Maman.

Diskusi dan perbincangan semakin hidup. Sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar yang bertandang sebagai moderator malam itu, terus menyambut pertanyaan-pertanyaan dari hadirin yang dipenuhi mahasiswa, komunitas sastra dan juga sastrawan Riau tersebut.

Di antara mereka adalah, Taufik Ikram Jamil, Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib, Dheni Kurnia, A Aris Abeba, Tin Marni, Kunni Masrohanti, Hermawan (Sumbar), Herman Rante, TM Sum, Alam Terkembang dan masih banyak lainnya. Madah Poedjangga juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi oleh kelompok Gendul, pembacaan syair oleh Idawati dan tamu lainnya.

Berbeda dengan diskusi yang digelar di FIB Unilak pagi harinya. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang seminar FIB ini tidak banyak dihadiri sastrawan, tapi dipadati oleh mahasiswa. Beberapa sastrawan yang hadir itu antara lain Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib dan Kunni Masrohanti. Tidak kursi yang kosong. Penuh sesak. Mahasiswa itu juga sangat antusias mempertanyakan dan berdiskusi seputar kesusasteraan Melayu di Indonesia dan belahan dunia.

‘’Pak Maman dan Etienne ke Pekanbaru memang untuk hadir di Unilak dan Madah Poedjangga. Ya, ini berkat kerjasama semua pihaklah. Tidak hanya FIB, Yayasan Sagang dan Riau Pos juga sangat berperan. Jarang-jarang ada orang hebat dan ke Riau apalagi di bidang sastra, makanya kita semua sangat antusia,’’ ungkap Dekan FIB Unilak, Herman Rante.(jpg)

Respon Anda?

komentar