Transportasi Terbatas, Pedagang Anambas Mulai Kekurangan Stok Barang

398
Pesona Indonesia
Telur langka di Tarempa, Anambas. foto:net
Telur langka di Tarempa, Anambas. foto:net

batampos.co.id – Sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Tarempa, Kecamatan Siantan, mulai mengalami kekurangan stok barang dagangan. Diantaranya cabe merah, bawang putih, telur, wortel dan beberapa komoditi lainnya.

Hal tersebut diakibatkan karena transportasi laut yang melayani pelayaran ke Anambas saat ini terbatas yakni dengan kapal pelni Bukit Raya dan kapal perintis yang masing-masing singgah ke Anambas dua kali dalam satu bulan. Sementara itu transportasi lainnya saat ini sudah tidak ada lagi.

“Sekarang transportasi ke Tanjungpinang sudah jarang,” ungkap salah satu pedagang di Pasar Tradisional Tarempa, Nurbaya kepada wartawan Jumat (9/9).

Dirinya mengatakan, karena sudah jarang transportasi yang ke Tanjungpinang, maka pedagang harus mengandalkan relasi yang ada di Batam. Sementara itu, kata Nurbaya, dirinya dan sejumlah pedagang lainnya saat ini juga belum memiliki relasi baru di Batam sehingga saat ini mengalami kesulitan.

“Kami hanya memiliki langganan di Tanjungpinang, tanpa berangkat, relasi kita kirim barang yang kita pesan, kalau dari Batam, kita belum punya relasi baru,” ungkapnya.

Nurbaya menguraikan, beberapa waktu lalu harga terakhir cabe merah pada angka Rp 70 ribu per Kilogram, bawang putih Rp 40 ribu per Kilogram dan telur Rp 50 ribu perpapan.

“Saat ini yang paling mahal cabe rawit Rp 95 ribu per Kilogram, kalau 1 ons Rp 10 ribu, bawang merah Rp 30 ribu per Kilogram. Kalau harga barang naik tergantung ketersediaan barang,” urainya.

Karena saat ini adanya transportasi dari Batam, maka dirinya harus mencari relasi baru di Batam agar bisa mendatangkan barang dagangan. “Mau tidak mau, kalau mau datangkan barang dari Batam, kita harus melobi agen yang berada di Batam,” jelasnya.

Menurutnya sulit untuk membina kepercayaan agen itu karena nama baiknya belum dikenal di Batam apalagi jarak Anambas Batam juga jauh. “Kalau masalah barang, tentu lebih murah dari Batam, karena barang yang dipasar Batam itu, didatangkan dari berbagai daerah, seperti Medan dan Pekanbaru,” terangnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar