Mensos Kaget Prostitusi di Sintai Masih Beroperasi

1049
Pesona Indonesia
Mensos Dra. Khofifah Indar Parawansa meninjau warung Kube yang baru diresmikannya di Kampung Bagan, Kelurahan Tanjungpiayu, Seibeduk, Sabtu (10/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Mensos Dra. Khofifah Indar Parawansa meninjau warung Kube yang baru diresmikannya di Kampung Bagan, Kelurahan Tanjungpiayu, Seibeduk, Sabtu (10/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menteri sosial RI Khofifah Indar Parawansa terdengar kaget terkait masih ada praktik prostitusi di Pusat Rehabilitasi Sosial Non Panti (PRSNP) Telukpandan Tanjunguncang. Ini berawal saat dia ditanya bagaimana penanganan prostitusi di tempat yang dikenal Sintai itu.

“Masa sih? Panti rehab? Nanti saya konfirmasi sama walikota,” ucap Khofifah usai menghadiri peluncuran layanan e-Warong Kelompok Usaha Bersama (KUBE)- Program Keluarga Harapan (PKH) di Tanjungpiayu, Sabtu (10/9/2016).

Menurutnya, pemerintah melalui Kementrian Sosial menargetkan tahun 2019, Indonesia bakal bebas lokalisasi. Di Batam sendiri kementerian mengaku akan berkoordinasi dengan Walikota Batam, Rudi.

“Tahun 2019 lokalisasi seluruh Indonesia selesai,” katanya.

Disinggung soal banyaknya lokasi prostitusi ilegal di Batam, Khofifah mengaku kesulitan untuk menutup. “Namanya juga ilegal bagaimana tutupnya, harus disisir dulu,” terangnya.

Lanjut dia, soal lokalisasi kini di seluruh Indonesia ada 99 lokalisasi yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk ditutup, tak terkecuali di Kepri.

“99 itu seluruh daerah. Tanggal 18 September ini (lokalisasi) di Banjar Baru Kalimantan Selatan ditutup,” terangnya.

Menurutnya, data 99 lokalisasi adalah data yang terkonfirmasi dari rapat terakhir 26 mei 2016, masing-masing bidang reses dinas sosial provinsi memasukkan data lokasi lokalisasi. (cr13)

Respon Anda?

komentar