Mucikari Pemuda Timur Tegah di Batam Dibekuk

1038
Pesona Indonesia
Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza (kanan) menginterogasi Bonny Syahrio (kiri) dan S di Mapolresta Barelang, Sabtu (10/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza (kanan) menginterogasi Bonny Syahrio (kiri) dan S di Mapolresta Barelang, Sabtu (10/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bonny Syahrio, pria yang disebut-sebut sebagai muncikari yang menjajakan para pemuda asal Timur Tengah di Batam akhirnya dibekuk polisi dari Polresta Barelang di salah satu apartemen kawasan Nagoya, Sabtu dini hari (10/9/2016).

Selain Bonny, aparat Satreskrim Polresta Barelang juga menciduk wanita penikmat jasa anak muda asal Timur Tengah yang berstatus pengungsi di Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian mengatakan, para tersangka terlibat dalam praktik prostitusi yang melibatkan imigran di bawah umur bernama J.

“Mucikarinya mendapatkan bayaran dari penggunanya. Dan imigran ini masih di bawah umur,” ujar Memo kepada Batam Pos (Jawa Pos Group), di Mapolresta Barelang.

Memo menjelaskan Bonny sengaja memanfaatkan J untuk mendapatkan uang. Bonny meminta uang Rp 20 juta untuk pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia.

“Akhirnya Bonny mengenalkan J ke wanita. Tujuannya untuk mendapatkan uang mengurus KTP,” terangnya.

Dalam praktik prostitusi ini, Bonny mendapatkan bayaran Rp 2 juta dari S, salah satu penikmat. Sementara, S memberikan bayaran kepada J Rp 1 juta dalam sekali kencan. “Nah, untuk jumlah uang yang dikirimkan ke Bonny masih dalam pemeriksaan,” tegasnya.

Memo mengaku sudah memeriksa tiga dari sepuluh orang imigran yang diamankan petugas Imigrasi.  Dari pemeriksaan itu, para imigran baru berencana melakukan praktik prostitusi tersebut.

“Modus operandi mereka fitnes di salah satu apartemen. Dan berharap di lokasi itu mendapatkan pertemanan dan pelanggan,” terangnya. (opi/ska/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar