Pasien Terduga Zika Diperbolehkan Pulang

484
Pesona Indonesia
Dari kiri, Kabid pelayanan medis RSUD, drg Sri Widjoyanto, Dokter spesialis obgin (kandungan) RSUD, dr Yanuarman dan Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini memberikan keterangan pers di RSUD Embung Fatimah Batuaji, Selasa (6/9).  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Dari kiri, Kabid pelayanan medis RSUD, drg Sri Widjoyanto, Dokter spesialis obgin (kandungan) RSUD, dr Yanuarman dan Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini memberikan keterangan pers di RSUD Embung Fatimah Batuaji, Selasa (6/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pasien terduga virus Zika R, 39, yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, akhirnya diperbolehkan pulang, Jumat (10/9/2016).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjeptjep Yudiana mengatakan setelah melakukan tes sebanyak dua kali, pasien dinyatakan negatif dari virus zika.

Pasien R, yang sebelumnya sempat berada di Singapura karena mengunjungi suaminya yang berkewarganegaraan Singapura, merasakan demam, ruam pada tubuh, mata merah, serta sakit kepala seperti ditusuk-tusuk setelah kembali dari Singapura, Sabtu (3/9/2016).

Sempat dirawat selama satu minggu, akhirnya diperbolehkan pulang. Meskipun begitu, pasien tetap harus dipantau terus perkembangan kesehatannya sambil menunggu hasil lab yang ketiga.

“Hasil tes yang ketiga belum keluar, hanya saja yang menjadi pertimbangan adalah keadaan pasien sudah membaik, sehingga sudah boleh dipulangkan,” jelasnya.

Untuk biaya selama perawatan pasien terduga, pria berkacamata ini mengatakan semua biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah.

“Sesuai dengan kebijakan gubernur, semua ditanggung pemerintah,” sebutnya.

Sebagai tindakan antispasi, pihaknya juga telah melakukan fogging atau penyemprotan di sekitar rumah terduga beberapa waktu lalu.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk untuk mebudayakan prilaku hidup sehat, membasmi sarang nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini penyebarannya kan melalui nyamuk, jadi mari budayakan 3M plus,” ujarnya.

Masa inkubasi virus zika terjadi selama satu minggu, jika baru kembali dari Singapura dan merasa demam segeralah berobat dan membawa kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card) yang diberikan petugas saat tiba di pelabuhan.

“Antisipasi awal,” tukasnya. (cr17)

Respon Anda?

komentar