Dua Juta Umat Islam Dunia Selesai Wukuf, Semoga Menjadi Haji Mabrur

455
Pesona Indonesia
Para jamaah menjejali Jabal Nur di Padang Arafah saat menjalani wukuf.  Foto: NARIMAN EL-MOFTY/AP PHOTO
Para jamaah menjejali Jabal Nur di Padang Arafah saat menjalani wukuf. Foto: NARIMAN EL-MOFTY/AP PHOTO

batampos.co.id – Pelaksanaan ibadah haji 1437 Hijriah mencapai puncaknya, Minggu (11/9/2016), sebanyak dua juta jamaah menunaikan wukuf di Padang Arafah. Termasuk 168 ribu jamaah haji asal Indonesia.

Dengan selesainya wukuf itu dan pagi tadi umat Islam melaksanakan salat Idul Adha, maka harapan dua juta jamaah haji itu hanya satau, semoga hajinya mabrur di mata Allah, sembari menyempurnakan rangkaian ibadah haji lainnya, salah satunya melontar jumrah.

Ya, sebelumnya, sebanyak 30 ribu bus dikerahkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk membawa jamaah menuju Padang Arafah, yang berjarak 15 km dari Makkah.

Selain bus, jamaah juga bisa menggunakan kereta berwarna kuning dan hijau bikinan Tiongkok. Padang Arafah beserta Jabal Nur tampak putih karena baju ihram para jamaah.

Sepanjang pagi sampai terbenamnya matahari, mereka memperbanyak bacaan talbiyah, berdoa, berzikir, dan membaca Alquran.

”Ini adalah momen terindah dalam hidup saya,” kata Ahmed Salman, jamaah dari Mesir, kepada AFP. ”Saya berada di tempat terindah di dunia, di mana lebih dari 1 miliar orang memimpikan untuk ke sini,” lanjut dia.

Di Padang Arafah, dibangun tenda-tenda untuk melindungi jamaah dari panas matahari yang menyengat. Tenda-tenda itu dikelompokkan dalam maktab.

Karena merupakan rombongan terbesar, jamaah dari Indonesia secara total menempati 52 maktab.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia terus mengimbau jamaah agar tidak melakukan banyak aktivitas di luar tenda. Sebab, suhu udara berubah cepat menjelang pukul 09.00 waktu Arab Saudi.

Dari 29 derajat Celsius waktu subuh (pukul 04.48) tiba-tiba melonjak menjadi 42 derajat Celsius pada pukul 08.30.

”Prosesi haji masih akan berlangsung empat hari ke depan,” ucap Kasubdit Bina Petugas Haji Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah Khoirizi agar CJH menjaga stamina.

Menjelang masuk waktu wukuf di tengah hari, sebagian jamaah Indonesia mendengarkan pidato sambutan dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Juga khotbah wukuf yang disampaikan KH Miftahul Akhyar. Dalam pidato, Menag mengungkapkan bahwa makna haji lebih mendalam pada era digital seperti saat ini.

Menurut dia, haji merupakan jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena dengan teknologi.

”Waktu berhaji adalah masa servis atau perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani. Yaitu, beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati,” tutur dia.

Menag juga menyampaikan bahwa wukuf dapat bermakna hibernasi atau proses mengistirahatkan diri untuk mengoptimalkan lagi fungsi rohani dan ragawi.

”Semoga semua jamaah haji kembali ke tanah air dengan predikat mabrur, terimplikasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya.

Miftahul Akhyar dalam khotbah wukufnya mengingatkan jamaah akan berbagai larangan saat menjalani puncak haji dalam pakaian ihram.

Di antaranya, memakai wangi-wangian, menyakiti binatang, mancabut atau mematahkan tumbuhan, berburu, dan melakukan hubungan badan.

Larangan lainnya adalah berdandan, berlaku curang, memangkas rambut, memotong kuku, menggunakan bedak dan minyak rambut, membuat darah tertumpah, serta menikah, baik ijab maupun kabul.

”Manakala masih dilakukan, berarti kalian masih mengingat, melirik, dan mementingkan syahwat. Padahal, semuanya telah kalian lepas di miqat,” jelasnya.

”Haji yang mampu mengaplikasikan pelajaran yang amat penting ini sebagai konsekuensi haji yang mabrur,” ujarnya.

Secara umum, pelaksanaan wukuf jamaah Indonesia berjalan lancar. Meski ada sedikit insiden, yakni listrik padam pada pukul 15.30–15-45. Kondisi itu membuat jamaah kepanasan.

Namun, karena gangguan tersebut segera tertangani, semuanya bisa melanjutkan ibadah dengan baik.

”Alhamdulillah bisa nyala lagi aliran listriknya. Saya minta kepada petugas untuk mencari tahu apa penyebabnya sehingga kelak bisa kami antisipasi,” kata Menag.

Safari Wukuf

Di bagian lain, tim kesehatan haji Indonesia memastikan bahwa jamaah yang tidak bisa berwukuf secara mandiri mencapai 127 orang.

Kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk berada di tenda-tenda Arafah. Jamaah yang sakit itu disafariwukufkan dengan bus-bus yang sudah disiapkan oleh petugas.

”Perinciannya, 90 orang dalam posisi duduk dan 37 orang dalam posisi berdiri,” ujar Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenag Anung Sugihantono.

Rombongan safari wukuf berangkat dari Makkah ke Arafah pada pukul 10.00 hingga 11.00. Itu dilakukan agar jamaah yang sedang sakit tersebut tiba di Arafah pas dengan waktu wukuf.

Kemarin Anung juga sudah mendapat konfirmasi bahwa jamaah yang harus dibakdahajikan karena alasan kesehatan mencapai 32 orang.

Mereka tidak bisa berada di Arafah bersama jamaah lain, termasuk tidak bisa mengikuti safari wukuf meski hanya berkeliling Arafah dengan bus.

Di luar safari wukuf dan bakda haji, tim kesehatan juga merawat jamaah yang sakit di tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah.

Hingga menjelang waktu wukuf Minggu (11/9) siang, ada 36 kasus rujukan dari maktab. Sebanyak 15 pasien di antaranya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

”Temuan kami, 80 persen jamaah yang kami layani di KKHI terkait persoalan exhausted. Penyebabnya panas dan kelelahan,” terang Anung.

Karena itu, tim kesehatan mengimbau jamaah minum air yang cukup. ”Bila perlu, berlebih. Karena tantangan utama jamaah saat di Arafah memang cuaca panas,” ujarnya.

Sementara itu, jamaah yang meninggal sebelum waktu wukuf di Arafah kemarin mencapai enam orang. Jika digabung dengan jamaah meninggal sejak penerbangan kloter pertama pada 9 Agustus lalu, jumlahnya sudah mencapai 96 orang.

Kemenag memastikan bahwa jamaah reguler yang meninggal sebelum sempat melakukan wukuf akan dibakdahajikan juga. (c11/ang/sep/JPG)

Respon Anda?

komentar