Dua Sapi Kurban Sumbangan Ahok Ditolak Warga

1008
ilustrasi
ilustrasi sapi untuk kurban. Foito: istimewa

batampos.co.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencoba mengambil simpati warga Luar Batang dengan cara mengirimkan sumbangan berupa dua ekor sapi kurban. Namun Pengurus Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta Utara, dengan tegas menolaknya.

Penolakan tersebut bukan tanpa dasar. Sikap Ahok yang sering mengeluarkan pernyataan dan bertindak kerap menyakiti warga Luar Batang, Jakarta Utara, membuat warga enggan menerima sumbangan dari Ahok.

“Demi harga diri umat Islam maka kami menolak sumbangan sapi tersebut,” ujar Mansur Amin melalui keterangan tertulis, Senin (12/9/2016).

Bahkan tak menunggu waktu yang lama, kedua ekor sapi itu langsung dikembalikan pengurus masjid kepada sang pemilik.

“(Sapi) Sudah dibawa kembali oleh pengantarnya,” tukasnya.

Sebelumnya, lanjut Amin, Ahok mengirimkan dua ekor sapi untuk Masjid Keramat Luar Batang pada hari Minggu (11/9/2016) kemarin.

Penolakan warga itu mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain mengatakan apa yang dilakukan oleh Pengurus Masjid Keramat Luar Batang sudah tepat. Karena, salah satu syarat dan rukun wajib untuk berkurban adalah orang Islam.

Menurut dia, hewan yang dikurbankan merupakan bagian dari nusuk, yang artinya hewan yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Ini kan untuk ibadah. Maka Ahok enggak mencukupi syarat untuk kurban,” ujar Tengku kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id), Senin (12/9/2016).

Dia menambahkan, Ahok harusnya mengerti dengan syarat dan rukun berkurban tersebut. Apalagi kata dia, dalam agama Kristen tidak ada ayat dalam Kitab Injil yang menyebutkan umat Nasrani diwajibkan untuk berkurban untuk umat Islam.

Tahun ini Ahok memang berencana menyumbangkan 55 ekor sapi kurban untuk warga di sejumlah rumah susun.

“55 ekor sapi, kira-kira 7 ribu kilogram,” ucap Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/9/2016) lalu. (uya/JPG)

Respon Anda?

komentar