Gubernur Keluarkan Peringatan agar Warga Kepri Tak ke Singapura

561
Pesona Indonesia
Gubernur  Kepri, Nurdin Basirun saat  melakukan inspeksi di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Sabtu (10/9) lalu. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat melakukan inspeksi di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Sabtu (10/9) lalu. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengeluarkan warning atau peringatan kepada masyarakat Provinsi Kepri untuk tidak berkunjung ke Singapura, apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Mantan Bupati Karimun tersebut juga memberikan apresiasi atas kesigapan petugas medis dalam mengantisipatif masuknya penyebaran virus zika di Provinsi Kepri.

“Kita harus tetapwaspada untuk mengantifiasi masuknya penyakit menurlar tersebut. Sejauh ini, petugas kita di pintu-pintu masuk internasional sudah bekerja keras untuk mencegah itu,” ujar Gubernur disela-sela melakukan inspeksi di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Sabtu (10/9) lalu.

Menurut Gubernur, virus zika meurpakan penyakit menular dan bakal cepat mewabah. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Provinsi Kepri tersebut juga menghimbau bagi warga Kepri yang akan berkunjung ke Singapura. Ia mengharapkan, untuk saat ini bagi yang ada keperluan saja
Selain itu, Gubernur juga menekan untuk tidak mengunjungi daerah-daerah yang ditemukan korban virus zika di sana.

“Apalagi yang tinggal di pemukiman, untuk lebih waspada lagi,” jelas Nurdin.

Sehari sebelum inspeksi Gubernur Nurdin Basirun saat menjadi pembicara pertama pada simposium Travel and Adventure Medicene of Asia, di Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta, Jumat (9/9). Gubernur membawa kertas kerja dengan judul Implementasi travel medicene menuju Kepulauan Riau sebagai basis kemaritiman.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan gejala virus zika ada kemiripan dengan demam berdarah atau DBD. Menurutnya adanya virus zika, apabila tidak diantisipasi dengan tepat bakal cepat menyebar. Karena ada kecemasan terhadap virus ini jika sudah masuk ke Kepri.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh petugas-petugas di pintu-pintu masuk Internasional. Sehingga apabila ditemukan gejala-gejala terserang zika, bisa ditangani segera,” ujar Ttetjep menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Masih kata Tjetjep, viruz apabila terkena orang dewasa memang tidak berpotensi menyebabkan kematian. Akan tetapi sangat berbahaya bagi ibu-ibu hamil. Disebutkannya juga, dalam catatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, untuk Batam saja, ada 700 kasus demam berdarah dengue dengan 17 kematian.

“Penyebar demam berdarah adalah nyamuk aedes aygipty. Virus zika disebarkan oleh nyamuk yang sama. Hanya resiko yang berbeda bagi yang terserang zika,” papar Tjetjep.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar