Harga Hewan Kurban di Lingga antara Rp 14 Juta – Rp 18 Juta Perekor

438
Pesona Indonesia
ilustrasi sapi kurban. Foto: istimewa
ilustrasi sapi kurban. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pada perayaan hari besar Idul Adha atau hari raya Kurban 10 Zulhidjah atau bersamaan dengan 12 September 2016, sejumlah kampung di Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, menyembelih hewan-hewan kurban. Ternak lokal lembu atau sapi warga pun laku Rp 14 hingga Rp 18 juta perekor.

Pantauan dilapangan, mulai dari Kampung Tanda Hulu, Tanda Hilir, Seranggung dan Cening, Daik, mendatangkan lembu lokal. Harga lembu bervariasi sesuai ukuran dan usia diatas 2,5 tahun.

Salah seorang penyedia ternak lembu, Yus mengatakan lembu yang dijual rata-rata berbobot 100 kilogram.

“Harga tergantung ukuran. Ada yang Rp 16 juta, ada juga yang sampai Rp 18 juta perekor,” ungkap Yus, Minggu (11/9).

Sedangkan lembu berukuran lebih kecil, dibawah 100 kilogram, oleh peternak dijual dengan harga Rp 14 hingga Rp 14,5 juta perekor.

Informasi yang diperoleh koran Batam Pos, di Kampung Tanda Hulu terdapat 3 ekor lembu kurban. Kampung Tanda Hilir, 3 ekor lembu kurban, Seranggung 1 ekor dan kampung Cening 3 ekor lembu dan 2 ekor kambing kurban. Sementara di Masjid Sultan, kampung Darat Daik, tidak memotong hewan kurban.

“Kita sejak tahun kemarin membuka pendaftaran bagi siapa saja yang mau ikut berkurban. Rata-rata perorang Rp 2,3 juta untuk 7 orang yang berkurban,” kata Ina salah seorang pengurus di Kampung Tanda Hulu, surau Baitullridha.

“Tahun ini ada 3 ekor untuk kampung kita. Yang berkurban, warga Daik dan sekitarnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pemkab Lingga, Jaya Atmajaya mengatakan, untuk tahun ini, bupati, wabup, sekda dan keluarga mengurbankan satu ekor lembu khusus warga suku Laut Selat Kongky dan sekitar desa Pena’ah, kecamatan Senayang. Sementara itu, dikatakannya sejumlah kantor SKPD juga memotong hewan kurban di dinas masing-masing.

“Pak Bupati, pak Wakil dan sekda berkurban satu ekor untuk warga suku Laut Selat Kongky. Mungkin, nanti potongnya di Daik. SKPD juga ada yang motong, tapi di dinasnya masing-masing. Sampai saat ini, kita juga belum punya data,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar