Longsor di Aceh Besar, Ratusan Kendaraan Pemudik Terjebak

437
Pesona Indonesia
Ilustrasi.
Ilustrasi.

batampos.co.id – Ratusan kendaraan roda dua dan mobil terjebak macet akibat tanah longsor di Pegunungan Kulu, Kilometer 42, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Aceh. Warga dan pemudik terpaksa harus menunggu petugas dan relawan membersihkan jalan.

Syarifuddin, warga Gunong Kulu mengatakan, longsor terjadi tiba-tiba, sebuah batu besar bergelinding hingga menutup seluruh badan jalan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (9/9). Untungnya, tidak ada pengguna jalan yang melintas. Hingga kemarin sore, tidak ada laporan korban jiwa.

“Saya sedang jualan, sekitar 100 meter dari jatuh batuan itu. Saya melihat secara langsung batu itu jatuh, lalu kami minggir dan menjauh,” sebutnya seperti diberitakan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) hari ini (12/9).

Melihat peristiwa tersebut, ia langsung melaporkan ke warga lainnya. Sejam kemudian, aparat kepolisian, BPBA, TNI dan warga setempat ke lokasi memasang tanda pembatas.

“Kemudian tak lama kemudian datang warga ke lokasi untuk membuka jalan, tapi hanya kendaraan roda dua yang bisa melewati,”katanya.

Menurut Kepala Desa Paro, Jakpar lokasi tersebut memang sering longsor, namun hanya bebatuan kecil yang menimbun jalan. Ia menyebutkan, seluruh kepala desa telah meminta pemerintah setempat untuk memasang penahan agar batu tidak jatuh.

“Kita sudah ajukan permohonan agar memasang penahan batu dikawasan ini, karena tanah di sini sudah gembur, namun hingga dengan saat ini belum terpenuhi, makanya kejadian terulang lagi,” katanya.

Sementara itu Konsultan Supervisi Pengawasan Badan Jalan lintas Nasional Banda Aceh Melaboh, Sukirman menyatakan batu yang jatuh sekitar puluhan ton, untuk membersihkannya dibutuhkan waktu selama satu minggu, namun pihaknya berusaha untuk membuka jalur darurat untuk bisa dilintasi mobil kecil.

“Hingga pukul 5 sore nanti, untuk mobil kecil sudah bisa lewat, namun untuk mobil besar tidak bisa karena kita bersihkan ini butuh waktu satu minggu, karena batunya harus kita pecahkan dulu,”sebutnya.

Ia mengatakan, kesulitan dalam membersihkan batu akibat ukurannya yang terlalu besar. Sehingga membutuhkan alat untuk memecahkannya.

“Kalau kita lihat secara struktur tanah di sini, memang sudah tidak mampu menahan berbatuan lagi, makanya batu ini jatuh, untuk itu setelah kita bersihkan kita buat penahannya, mudahan tidak jatuh lagi,”jelasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Aceh Besar, Ridwan Djamil,hingga sekarang alat berat sedang terus bekerja untuk membuat jalan alternatif. Ini agar semua kenderaan bisa melintasi dan jalur Banda Aceh-Meulaboh bisa lancar.

“sedang kita siapkan penyiapan jalan alternatif agar bisa dilintasi kenderaan roda dua dan minibus,” sebutnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar