Maskapai Kompak Larang Penumpang Aktifkan Galaxy Note 7 di Pesawat

584
Pesona Indonesia
ilustration
ilustrasi

batampos.co.id – Diduga mudah terbakar maskapai penerbangan tanah air ikut melarang penumpang untuk tidak menggunakan telepon genggam, khususnya Samsung Galaxy Note 7.

Pernyataan itu diberikan menyusul pernyataan resmi yang dikeluarkan Federal Aviation Administration (FAA) pada 8 September 2016.

“Demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan bersama, Citilink Indonesia mengimbau kepada seluruh penumpang untuk menonaktifkan seluruh peralatan elektronik, terutama Samsung Galaxy Note 7,” kata Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny Butarbutar di Jakarta, Minggu (11/9).

Selain Citilink, Garuda Indonesia dan Lion pun mengeluarkan pernyataan senada.

Penumpang yang memiliki Samsung Galaxy Note 7, diminta tidak melakukan pengisian baterai selama penerbangan, serta tidak memasukkannya ke dalam bagasi.

Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M Saladin, menyatakan imbauan tersebut berlaku pada penerbangan seluruh maskapai yang terafiliasi dengan Lion Group yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air.

“Kami mohon kerja sama dari penumpang kami untuk mengikuti imbauan ini. Perangkat Samsung Galaxy Note 7 agar tidak diaktifkan selama penerbangan, tidak melakukan isi ulang baterai dan juga tidak memasukkan perangkat tersebut pada bagasi yang di-check-in kan,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Senin (12/9)

Andy menambahkan, meski Samsung telah menarik Samsung Galaxy Note 7 dari pasar, pihaknya tetap meminta penumpang yang telah atau masih menggunakan perangkat tersebut mematuhi imbauan.

“Kami akan terus memantau update FAA mengenai perkembangan ini, tetapi untuk saat ini kami mohon agar para penumpang dapat mengikuti imbauan ini”, katanya.

Maskapai penerbangan Singapore Airlines pun mengeluarkan larangan penggunaan telepon genggam Samsung Galaxy Note 7, mengikuti pelarangan yang juga telah dilakukan oleh perusahaan penerbangan dari Australia, Abu Dhabi, Amerika Serikat dan Jepang.

“Menyalakan atau mengisi baterai telepon Samsung Galaxy Note 7 dilarang di semua penerbangan kami,” ujar pernyataan Singapore Airlines, seperti dilansir dari AFP.

Dua maskapai dari Negeri Kangguru, Qantas Airlines dan Virgin Australia juga telah mengeluarkan pengumuman serupa.

Pekan lalu, produsen telepon pintar asal Korea Selatan ini telah menunda penjualan sekaligus menarik 2.5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 dari pasar. Hal itu dilakukan setelah adanya laporan tentang baterai yang terbakar.

Lembaga regulator penerbangan sipil AS (The US Federal Aviation Administration) bahkan sudah meminta penumpang untuk tidak menyalakan Galaxy Note 7 mereka pada saat pengecekan bagasi. (chi/jpnn/bbc)

Respon Anda?

komentar