Pesona Bukit Cambai

340
Pesona Indonesia
MEMPESONA: Bentangan Danau Diatas terlihat dari kawasan Bukit Cambai, Kabupaten Solok, belum lama ini--riki chandra/padang ekspres
Bentangan Danau Diatas terlihat dari kawasan Bukit Cambai,
Kabupaten Solok, belum lama ini–riki chandra/padang ekspres

PERBINCANGAN seputar objek wisata di Kabupaten Solok tak selalu soal indahnya Danau Kembar, Danau Singkarak ataupun Puncak Gagauan di Nagari Paninggahan.

Pesona yang selama ini luput dari radar pemerintah daerah (pemda) setempat, ternyata memikat hati dan menyita mata wisatawan. Itulah Cambai. Bukit yang berada di 1.900 mdpl di kawasan Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok itu mendadak terkenal di kalangan wisatawan Sumbar, bahkan nasional.

Posisinya persis berada di tengah-tengah permukiman warga di duo kecamatan. Tak satu sisi pun pemandangan kosong ketika berada di Puncak Cambai.

Untuk sampai ke Puncak Cambai, pengunjung harus berjalan kaki atau mengendarai motor trail. Jarak tempuh dari simpang Talago, Jorong Aiasanam, Nagari Sungainanam, Kecamatan Lembah Gumanti hingga panorama Cambai di Jorong Aie Rarak Utara, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar mencapai 3 km. Menghabiskan waktu sekitar 25 menit.

Dari gerbang Bukit Cambai, sekitar 500 meter jalur pejalan kaki berupa cor semen. Dilengkapi 4 unit rest area berukuran 3×3 meter.

Selebihnya, masih jalan setapak dipenuhi kerikil bebatuan besar. Kemiringan pendakian mencapai 40 hingga 45 derajat cukup menguras tenaga. Jalan ke Puncak Cambai sudah ada sejak 20 tahun silam dan bisa dilewati kendaraan roda empat.

Rasa penat terobati menyaksikan pemandangan empat danau yang dikelilingi perbukitan. Dari sisi kiri menara setinggi 6 meter di Puncak Cambai, terhampar Danau Diatas yang nyaris semua sudutnya dapat dinikmati. Persis di depan menara, pemandangan Danau Dibawah. Di atasnya terlihat Danau Talang.

“Kalau cuaca bersih dan tidak ditutup kabut, Danau Singkarak juga terlihat dari puncak ini,” sebut Putra, 22, pemuda Jorong Aie Rarak Utara, Nagari Kampuang Batu Dalam yang tengah duduk di menara Bukit Cambai pada Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Selain danau, pengunjung dapat menikmati keelokan Gunung Talang, Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Jika tidak berkabut, puncak Gunung Kerinci dapat dinikmati.

Hamparan ribuan rumah penduduk yang dikelilingi peladangan warga turut mempercantik kawasan Cambai. “Dari sini kita seperti melihat matahari terbenam (sunset) dan terbit (sunrise) dari dekat,” terang Putra.

Seiring menggeliatnya Bukit Cambai menjadi ekowisata, pemuda setempat menyibukkan diri dengan kegiatan wisata. “Selesai bertanam bawang dan kentang, kami berlatih terabas di peladangan,” tuturnya.

Begitu pula Marnofi Hendri, 39, warga Nagari Alahanpanjang. Baru 2 tahun ini dia berladang hortikultura. Sekitar 50 hektare dari ratusan hektare di kawasan Bukit Cambai telah digarap pemilik lahan. Marnofi sendiri memiliki lahan sekitar 8 hektare.

Di samping berladang kentang dan bawang, Marnofi mendirikan Centra Park. Bangunan itu dibangun dengan dana pribadi enam bulan lalu. Centra Park disiapkan sebagai Camping Ground.

Central Park tepat berada di kaki Bukit Cambai. Di bagian belakang, pengunjung bisa menyaksikan jalan hingga Puncak Cambai. Di depan terbentang lanskap Danau Kembar.

“Kita ingin aktivitas ladang ini bagian dari pemandangan wisata menarik di areal Bukit Cambai,” sebut Marnofi yang juga bergabung dalam pegiat wisata Sumbar sejak 8 bulan lalu.

Selain bekas peladangan markisa, kawasan Bukit Cambai lebih dikenal sebagai lokasi berburu babi. Setelah kawasan ini dibersihkan dari semak-belukar, aktivitas buru babi juga terhenti.

“Hampir setiap minggu kawasan jadi lokasi berbur babi sekitar 6 tahun lalu,” sebut Kahar, 46, warga Nagari Sungainanam. Siang itu, Kahar sedang membawa anjingnya keliling kampung.

Meski begitu, para pencinta buru babi masih terus mendaki Bukit Cambai sambil membawa anjing peliharaannya menikmati alam Bukit Cambai.

Di sisi lain, sejak populer di media sosial, Bukit Cambai mulai diburu anak-anak muda untuk berburu selfie. Saban hari, jalan setapak yang baru dibangun itu selalu disambangi pengunjung.

Seperti Ami, 17, Ayu, 18, dan dua rekannya dari Nagari Surian. Mereka ke Bukit Cambai sekadar ber-selfie. “Penasaran saja lihat fotonya di medsos, makanya kami ke sini. Ternyata benar-benar indah,” terang siswi kelas 3 SMAN 1 Pantai Cermin itu.

“Menakjubkan. Wah, ini kalau foto bareng pacar baru asyik. Udaranya sejuk, pemandangannya luar biasa indah,” guyon mereka.

Aset Daerah, Majukan Bersama

Kesadaran penduduk setempat terhadap potensi wisata daerahnya, kini mulai muncul. Para pemuda Lembah Gumanti telah bergabung dengan pegiat pariwisata Sumbar guna menyolek Bukit Cambai. Masyarakat lokal pun ramah dengan pengunjung. Berbagai aktivitas dilakukan warga guna mendukung Bukit Cambai sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sekretaris Nagari (Desa) Sungainanam, Adrizal mengatakan, pengembangan Bukit Cambai telah dilakukan sejak tahun 2013. Pembangunan gerbang dan jalan berlangsung tahun 2014. “Kalau empat rest area itu baru dibangun awal tahun 2016 ini,” sebut Adrizal sembari menunjuk rest area.

Bukit Cambai berada di antara Kecamatan Lembah Gumanti dan Kecamatan Danau Kembar. Untuk lahan ekowisata, rencananya dikembangkan di lahan 10 hektare di Nagari Sungainanam. “Bukit Cambai itu milik Kabupaten Solok. Tapi yang menggerakkan pertama sekali potensi ekowisata ini Sungainanam,” tandasnya. (*/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar