Waspada! Bareskrim Temukan 18 Aplikasi Gay Tersedia di Playstore

725
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: http://krjogja.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: http://krjogja.com

batampos.co.id – Prostitusi gay yang melibatkan anak-anak di bawah umur yang berhasil diungkap kepolisian beberapa pekan lalu, ternyata telah menyebar jala untuk menjaring calon korbannya.

Hal ini setidaknya terlihat dari temuan Bareskrim Polri tentang adanya 18 aplikasi yang digunakan kaum gay berkomunikasi dengan mucikari prostitusi anak.

Kini 18 aplikasi itu telah dilaporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kita searching terus dengan Kemenkominfo, mencari konten-konten yang terkait prostitusi termasuk kejahatan lainnya,” kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, Senin (12/9/2016) di Mabes Polri.

Dia juga berjanji bakal merilis ke-18 aplikasi yang bisa didownload di Playstore Android itu.

“Masih terus diinvestigasi. Kami kumpulkan bukti-bukti dulu,” ucap Ari Dono.

“Jelas bisa (dipidana), karena di situ membuat, kemudian menyampaikan, mendistribusikan konten yang berbau kejahatan, pornografi, atau yang merugikan orang lain,” timpalnya.

Namun sejauh ini pemblokiran memang belum dilakukan meski telah disampaikan ke Kemenkominfo.

“Pastinya setiap konten yang berbau kejahatan pasti akan diblokir. Diminta atau tidak, yang merugikan orang lain, pasti Kemkominfo akan memblokir,” tegas dia.

Di tempat terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta Kemenkominfo menutup semua aplikasi yang dipakai jaringan prostitusi Gay dengan korbannya anak-anak lelaki di bawah umur.

“Setelah diinvestigasi ditemukan 18 aplikasi Gay, semuanya harus ditutup,” tetas Tito.

Sebelumnya dari sindikat prostitusi anak untuk kaum gay Bareskrim menetapkan tiga tersangka yakni AR, E dan U. Untuk korbannya terdata ada 148 lelaki dan puluhan di antaranya anak di bawah umur. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar