Harga 1 Unit Rumah di Singapura = 10 Unit Rumah di Batam

753
Pesona Indonesia
ilustration
ilustration

batampos.co.id – Pakar ekonomi Batam sekaligus Wakil Rektor Universitas Putera Batam (UPB), Gita Indrawan, mengatakan nilai properti selalu bertumbuh, berbeda dengan kendaraan dan elektronik. Sehingga selain untuk memenuhi kebutuhan utama, banyak warga Batam membeli properti untuk investasi.

“Harga properti selalu meningkat, sedangkan kendaraan dan elektronik tak bisa dijadikan komoditi karena akan mengalami depresiasi nilai,” jelasnya.

Selain itu, paket kebijakan ekonomi dari pemerintah juga mempermudah kepemilikan orang asing terhadap properti di Indonesia.

“Orang asing datang bawa modal dan rata-rata yang berinvestasi di properti di Batam. Pengusahanya ya itu-itu juga,” jelasnya.

Batam memang menjadi surga investasi properti, karena penduduk semakin bertambah sementara luas lahan tidak pernah bertambah. “Dan hal inilah yang menyebabkan nilai properti di Batam cepat meningkat,” jelasnya.

Di sejumlah wilayah di Batam, harga properti cenderung berbeda-beda. Di wilayah Batamcentre, harga rumah bervariasi mulai dari Rp 200 juta-Rp 400 juta untuk rumah tipe 36 hingga tipe 45. Di wilayah Batuaji mulai dari Rp 150 juta, sedangkan di wilayah Sekupang mulai dari Rp 200 juta-an.

Harga tersebut selalu meningkat tiap 10 unit rumah dijual. Rata-rata peningkatan harga sekitar 10 persen ke atas.

Menurut Gita, pesatnya pertumbuhan KPR di Batam juga dipengaruhi oleh banyaknya warga Singapura yang ingin berinvestasi di sektor properti di Batam. Dengan ekonomi yang sangat stabil, tidak sulit bagi warga Singapura untuk mendapatkan properti di Batam walaupun dia hanya seorang karyawan biasa. Lagipula di Singapura sendiri harga properti sangat tinggi.

“Satu unit rumah di Singapura setara dengan 10 sampai 20 unit rumah di Batam,” kata Gita. (leo)

Respon Anda?

komentar