Hari Raya, Pengunjung Pulau Penyengat Ramai

444
Pesona Indonesia
Suasana perayaan lebaran Idul Adha di Pulau Penyengat, Senin (12/9). Foto: Yudi untuk Batam Pos.
Suasana perayaan lebaran Idul Adha di Pulau Penyengat, Senin (12/9). Foto: Yudi untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pulau Penyengat masih menyimpan daya tarik yang tak dapat dielak. Apalagi pada perayaan hari besar keagamaan. Sebagaimana Hari Raya Idul Adha, Senin (12/9) kemarin. Masih terlihat banyak wisatawan yang menghabiskan libur lebaran di pulau yang bernama lain Pulau Inderasakti ini. Sebagian berangkat sebelum matahari terbit agar dapat ikut menunaikan ibadah salat id berjemaah di Masjid Sultan Riau. Sebagian lebih banyak lagi berbondong-bondong mengantre di dermaga penyeberangan usai salat.

“Dari pagi lepas salat id sudah banyak yang datang hendak menyeberang,” kata Ketua Koperasi Nahkoda Bahtera Penyengat, Raja Imran Hanafi, yang ikut memantau pelaksanaan proses penyeberangan penumpang di pelantar Penyengat.

Saking padatnya penumpang yang hendak menyeberang, Imran meminta mereka untuk tertib mengantre. Setiap 15 orang yang sudah mengantongi tiket lekas diberangkatkan. Jumlah ini adalah daya muat maksimum masing-masing pompong. Tidak boleh lagi melebihi muatan. Begitu Imran menegaskan kepada penjaga tiket dan tekong pompong.

“Sudah komitnen kami agar menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keamanan mereka yang hendak menyeberang ke Penyengat,” ujarnya.

Di Penyengat sendiri, suasana lebaran begitu kental terasa. Penuturan warga sekitar, pagi kemarin usai salat id dilaksanakan pemotongan hewan kurban berupa 16 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Pelaksanaan salat id di Masjid Sultan Riau, masjid bersejarah di Penyengat, juga sesak padat hingga jemaah meluber memenuhi halaman seputaran masjid.

Berlebaran di Penyengat memang sudah jadi tradisi yang mengakar bagi sebagian warga Tanjungpinang. Serasa ada yang kurang mengena tanpa berkumpul sanak-saudara handai-taulan sekaligus menunaikan salat id di Penyengat.

“Sudah dari dulu, walau rumah di Pinang, lebarannya tetap di Penyengat,” kata Yudi, warga Tanjungpinang yang ikut menunaikan salat id di Penyengat.

Ia tidak datang sendiri. Juga mengajak serta istri dan anaknya. Tidak ada kekhawatiran mengenai keselamatan selama proses penyeberangan. Yudi menuturkan, komitmen untuk membenahi kualitas pelayanan sudah sangat terasa. Mulai dari penerapan pemakaian jaket apung sampai memerhatikan kondisi cuaca. Kemudian, sejak akhir pekan lalu juga sudah diterapkan perlindungan asuransi bagi seluruh penumpang pompong.

“Bismillah saja. Manusia kan memang hanya bisa mengupayakan keselamatannya. Takdir di tangan yang kuasa,” kata Yudi.

Hanya saja, bapak satu anak yang hobi menari ini merasa komitmen dan pembenahan yang sudah dilakukan oleh penyedia jasa penyeberangan mesti diapresiasi. “Bismillah dan yakin saja. Insya Allah semuanya baik-baik saja,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar