Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat, Polres Turunkan Polwan untuk Patroli

328
Pesona Indonesia
Seorang Polwan Polres Lingga saat patroli. foto:wijaya satria/batampos
Seorang Polwan Polres Lingga saat patroli. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Polres Lingga menggelar operasi simpati dengan menerjunkan 15 polwan dalam kegiatan Patroli Engku Putri Polres Lingga 2016. Dengan menerjunkan polwan ke sejumlah lokasi yang ramai penduduk, sejumlah kawasan wisata, dan pelabuhan, Polres Lingga berharap akan lebih dekat dengan masyarakat untuk menyampaikan program peningkatan kamtibmas.

“Dengan mensukseskan program Patroli Engku Putri dari bapak Kapolri ini semoga meningkatkan kedekatan kepolisian dengan masyarakat,” kata Kapolres Lingga AKBP Muji Supriyadi di ruang kerjanya, Senin (12/9) pagi.

Selain itu, sambung Muji, patroli ini dilakukan dengan cara berdialog langsung dengan masyarakat oleh polwan Polres Lingga. Dengan cara ini, dimaksudkan Muji agar masyarakat lebih terbuka dengan permasalahan yang selama ini dihadapi mereka sehingga timbul suasana kedekatan polisi dengan masyarakat.

Tidak hanya Patroli Engku Putri, Polres Lingga juga menerjunkan sejumlah pasukan gabungan, Sabhara, Intelkam dan Satreskrim, melakukan patroli pengamanan Idul Adha. Patroli ini telah dilaksanakan sejak Kamis (1/9) dengan tujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah.

“Kami juga menerjunkan anggota untuk pengamanan sebelum dan sesudah Idul Adha,” ujar Muji.

Pasukan yang diterjunkan untuk menjalankan patroli ini adalah sejumlah lokasi ibadah, tempat pemotongan hewan kurban dan lokasi wisata. Namun khusus pelaksanaan patroli tempat pemotongan hewan, polisi hanya memantau dan tidak menempatkan personil di lokasi tersebut.

Personil akan disebar dan diberikan pengeposan di lokasi tempat ibadah dan sejumlah kawasan wisata. Mengingat pelaksanaan solat Idul Adha akan ramai dilakukan ummat muslim.

Sedangkan pengeposan personil di lokasi wisata dilakukan agar menciptakan keamanan bagi masyarakat yang menikmati hari libur di sejumlah lokasi wisata yang ada di Tanah Bunda Melayu ini.

“Kami berharap kepada masyarakat agar menjaga ketertiban di lokasi wisata dan tidak mengganggu ketertiban warga lainnya. Terlebih merusak kawasan wisata,” tutup Muji. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar