Mau Selfie, Eh Jembatannya Ambruk. Ratusan Orang Tercebur ke Sungai

381
Pesona Indonesia
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90
Jembatan gantung ambruk. Ratusan warga tercebur ke sungai, siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Foto: Asri/Bengkulu Ekspress/JPNN.com

batampos.co.id – Sudah menjadi hal yang lumrah selfie saat berada di lokasi-lokasi objek wisata. Tapi sebaiknya lebih hati-hati ya, agar tidak mengalami kisah berikut.

Air Nipis di Desa Lubuk Langkap Bengkulu Selatan (BS) merupakan obyek wisata yang belakangan selalu ramai dikunjungi warga.

Begitu pun kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Usai menunaikan ibadah salat Idul Adha, warga ramai mengunjungi obyek wisata tersebut.

Namun, tidak semua pengunjung mandi ke bendungan itu.

Sebagian ada yang berdiri dan duduk-duduk di jembatan gantung yang melintas di atas sungai Air Nipis.

Akibatnya jembatan gantung yang lebarnya 1 meter panjangnya sekitar 80 meter itu tidak mampu menahan beban pengunjung.

Sekitar pukul 14.00 WIB jembatan tersebut roboh. Ratusan orang di atas jembatan itu ikut terjun ke sungai dan menyebabkan mereka mengalami luka lecet.

“Jembatan gantung itu roboh karena pengunjung terlalu ramai naik ke atasnya, mungkin ada seratus lebih orang berada di atas jembatan. Akibatnya tiang penyangga bagian sisi kiri jembatan roboh dan seluruh warga tercebur ke sungai,” ujar Wadimin (41), Warga Desa Babatan, Seginim salah satu pengunjung bendungan lubuk langkap kepada Bengkulu Ekspres (grup batampos.co.id).

Saat kejadian, pengunjung bendungan Lubuk Langkap sedang ramai, bahkan diperkirakannya ribuan orang. Lalu sebagian naik ke atas jembatan sambil melihat warga sedang mandi. Bahkan sebagian ada yang selfie sebagai kenang-kenangan.

Bersamaan dengan jembatan roboh, seluruh warga yang ada di atas jembatan itu ikut terjun ke sungai.

“Beruntung ketinggian jembatan dari sungai hanya 6 meter. Mereka hanya mengalami luka lecet yang disebabkan tergores oleh tali jembatan dan juga kena batu di bawah jembatan,” ujarnya.

Yayan (19) salah satu warga Kota Manna yang menjadi korban jembatan roboh di Lubuk Langkap menceritakan, saat itu dirinya bersama teman-temannya jalan-jalan ke bendungan lubuk langkap.

Saat itu banyak warga yang sedang mandi di bendungan, dirinya naik ke atas jembatan, sehingga bisa dengan leluasa melihat di sekitar lokasi.

Hanya saja, ketika asyik di atas jembatan, tiba-tiba tanpa diketahui, jembatan bergerak turun dan akhirnya dirinya ikut tercebur ke sungai.

“Kami semua ikut tercebur ke sungai, saya hanya mengalami luka lecet pada kaki, handphone saya rusak akibat ikut tercebur ke sungai,” ujarnya.

Kapolsek Seginim, AKP Thabroni SH menjelaskan, ambruknya jembatan gantung tersebut, lantaran tidak mampu menahan beratnya beban di atasnya.

Sebab jembatan itu hanya mampu menahan beban seberat 3 ton, Sedangkan saat itu warga yang berdiri diatas jembatan lebih dari 300 orang.

Dijelaskannya, saat itu turun hujan, kemudian warga khawatir sungai air Nipis akan banjir, sehingga sebagian warga naik ke atas jembatan.

Akibat dari jembatan ambruk tersebut, menyebabkan 10 orang sempat dirawat di puskesmas Seginim.

Sedangkan ratusan lainnya tidak dirawat sebab hanya mengalami luka memar akibat terbentur dengan warga lainnya. (369/sam/jpnn)

Respon Anda?

komentar