Seorang Pria di Karimun Bakar Diri hingga Tewas

523
Pesona Indonesia
Petugas Inafis Polres Karimun melakukan pemeriksaan mayat Tjee Tjang yang tewas bunuh diri. foto:sandi/batampos
Petugas Inafis Polres Karimun melakukan pemeriksaan mayat Tjee Tjang yang tewas bunuh diri. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Tjee Tjang, 46, seorang pria warga Kecamatan Meral ditemukan tewas setelah bunuh diri dengan cara membakar diri di lokasi tanah kosong depan parkiran pujasera Jalan Pertambangan, Kecamatan Karimun, Senin (12/9). Penyebab Tjee Tjang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara demikian karena kondisi depresi yang sudah lama dideritanya.

”Waktu itu, sekitar pukul 08.00 WIB saya lewat menggunakan sepeda motor memang melihat sepintas seperti ada orang yang bergerak-gerak dalam kondisi terbakar sambil duduk menghadap ke jalan. Yang bergerak saat itu hanya kedua tangannya saja. Tapi, saya tetap melanjutkan perjalanan karena antara percaya dengan tidak,” ujar Efendi salah seorang warga yang melihat kejadian ini kepada wartawan.

Kemudian, katanya, dia memberitahukan hal ini kepada sekuriti hotel yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Pada saat dia bersama pihak sekuriti sampai di lokasi kejadian ternyata memang benar ada yang tewas di tanah lapang. Dia sendiri tidak mengenal siapa pria yang tewas dengan kondisi tubuh terbakar tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno yang mendatangi lokasi tempat Tjee Tjang tewas bunuh diri menyebutkan, dari hasil penyelidikan pihaknya dan juga tim medis memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. ”Sekuriti hotel yang datang ke lokasi sempat menyiramkan air untuk memadamkan api di tubuh korban. Namun, kondisinya sudah tidak bergerak lagi. Luka bakar di tubuh korban mencapai 99,5 persen,” paparnya.

Dilanjutkan Dwihatmoko, pernyataan dari pihak keluarga yang diperiksa oleh polisi bahwa korban memang mengalami gangguan jiwa sejak usia 16 tahun. Hal ini terlihat korban sering gamuk-ngamuk sendiri tanpa alasan yang jelas. Bahkan, pihak keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit jiwa di Pekanbaru selama dua tahun lalu. Sejak saat itu, korban selalu mengkonsumsi obat penenang.

Informasi yang dihimpun Batam Pos di lapangan, Tjee Tjang memang biasa berada di lokasi tersebut. Hampir setiap hari dia terlihat menyapu jalan yang tidak jauh di tanah kosong. Bahkan, pada pukul 06.30 WIB ada yang melihat korban masuk ke kamar mandi dan tidak lama keluar lagi. Pada saat kejadian, sepeda motor milik korban dengan nomor polisi BP 4954 KH terlihat terparkir dekat tanah kosong tepat korban tewas. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar