Walikota Berkeinginan Menempatkan Imigran di Penampungan Sementara

687
Pesona Indonesia
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menunggu balasan surat dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) terkait penanganan imigran di Batam. Sebelumnya, beberapa hari lalu Pemko Batam telah mengirim surat mengenai keberadaan imigran di Batam.

“Surat itu sudah kita kirim sejak Kamis lalu. Dan kita masih menunggu balasan surat dari pak Menko,” ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi usai salat Idul Adha di Dataran Engku Putri, kemarin.

Menurut dia isi surat itu melaporkan tentang pengungkapan kasus sepuluh imigran yang menjadi gigolo di Batam. Hal itu jelas berdampak buruk terhadap nama baik Kota Batam.

“Kita laporkan kejadian itu. Dan yang kedua kita minta pusat menarik mereka semua dari Batam, sebelum terjadi masalah lainnya,” tegas Rudi.

Dikatakan Rudi, jumlah imigran yang ada di Kota Batam sangat banyak, dari data di Imigrasi tercatat lebih dari 400 pencari suaka. Sebagian besar tinggal di hotel Kolekta. Dan puluhan lainnya masih belum memiliki status yang jelas dan kini berdiam di Taman Aspirasi.

“Yang di Taman Aspirasi ini jumlahnya (imigran) sudah lebih dari 90 orang. Nah sekarang kita sedang mencari solusi agar mereka tak berkeliaran kemana-mana,” jelas Rudi.

Karena itu, lanjut Rudi, dalam waktu dekat ia akan membahas tentang keberadaan imigran di Taman Aspirasi dengan Ketua DPRD Batam. Kedua pihak akan mencari jalan keluar untuk penempatan para imigran agar tak berkeliaran dan melakukan masalah lagi.

“Sembari menunggu surat dari menteri, kita akan dudukan masalah ini dengan DPRD Batam. Mencari tempat sementara (tidak permanen) untuk para imigran yang ada di taman aspirasi itu,” pungkas Rudi. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar