Waspada! Kokain Berbentuk Makanan Ringan Mirip Jagung Goreng Mulai Beredar

682
Pesona Indonesia
Ilustrasi Jagung goreng. Kokain berbentuk jagung goreng kini beredar di Indonesia. Waspadalah! Foto: istimimewa
Ilustrasi Jagung goreng. Kokain berbentuk jagung goreng kini beredar di Indonesia. Waspadalah! Foto: istimimewa

batampos.co.id – Banyak jalan yang dilakukan bandar dan pengedar narkoba untuk memasok narkoba ke Indonesia. Salah satunya, mengemas narkoba itu menyerupai makanan ringan, guna mengelabui petugas.

Nah, baru-baru ini kokain berbentuk makanan ringan seperti jagung goreng beredar di Surabaya dan Bogor.

Hasil penelusuran polisi, narkoba jenis kokain dengan tampilan baru itu sudah masuk ke Surabaya.

Narkoba jenis baru ini berasal dari Tiongkok dan Malaysia. Jalur masuknya ada dua, udara dan laut. Udara melalui sejumlah bandara, sedangkan jalur laut memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan laut di Sumatera, termasuk Batam yang memang sangat dekat dan menjadi pintu masuk narkoba Malaysia.

Saat ini polisi masih melakukan serangkaian proses penyidikan. “Kami temukan seminggu terakhir. Termasuk tembakau super itu,” jelas Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Donny Adityawarman kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id).

Donny masih enggan menyebutkan secara spesifik identitas penggunanya. Namun, dia membenarkan bahwa narkotika jenis itu termasuk mahal. Tidak semua orang bisa membelinya. Nah, orang yang diamankan polisi saat ini termasuk orang berduit.

Umumnya, mereka yang mengonsumsinya berkumpul dengan orang-orang yang selevel. Polisi sudah mengamankan barang buktinya. Hanya, belum bisa membeberkannya kepada publik.

“Memang ini jenis baru. Masih kami dalami,” ucap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 tersebut.

Satreskoba masih akan memastikan narkotika itu. Termasuk mengujinya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Temuan narkoba dalam bentuk marning itu menunjukkan bahwa pengedar akan selalu bermetamorfosis. Mereka bakal punya produk narkotika jenis baru. Menyesuaikan dengan pangsa pasarnya.

Sebelumnya, satreskoba polrestabes membongkar peredaran sabu-sabu yang dikemas di dalam wafer. “Pelakunya sebenarnya orang lawas. Cuma, modus-modusnya akan terus berkembang. Pakai cara baru,” terang Donny.

Diduga, sabu-sabu wafer dimainkan dari dalam Rutan Medaeng. Saat ini polisi masih menunggu jawaban dari Kemenkum HAM agar bisa masuk ke dalam.

Pola-pola baru peredaran narkoba itulah yang harus cepat diketahui oleh aparat penegak hukum. Tugas mereka memetakan jaringan asalnya. Sejauh ini, belum terjawab siapa produsen narkotika jenis baru tersebut.

Secara terpisah, BNNK Surabaya baru tahu bahwa polisi sudah menemukan peredaran kokain marning. Meski sudah ada temuan, lembaga antimadat itu tidak akan berhenti untuk mencari peredarannya.

“Kami tetap akan bergerak. Sampai sekarang masih mencari,” ucap Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti.

Suparti mengapresiasi polrestabes yang berhasil menemukan pengguna kokain marning itu. Menurut dia, siapa pun penggunanya harus bisa memastikan asal barang tersebut. BNN dan polisi terus bersinergi memerangi narkoba.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu mengungkapkan, saat ini pihaknya berusaha mendekati beberapa komunitas. Dia tidak memerincinya.

Yang jelas, komunitas tersebut rentan dimasuki pengedar narkoba. Mereka biasanya jarang membaur dan punya pergaulan khusus. “Sebab, memang eksklusif. Saat ini kami sedang memilah-milahnya,” ungkap Suparti.

Pihaknya tidak mematok target. Penelusuran semacam itu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Bisa mendapatkan barang haram itu saja sudah bagus, apalagi jika sampai menemukan pengguna dan pengedarnya.

Bagi BNNK, yang paling penting adalah pulihnya pengguna. Selama ini, pecandu bertahap dalam mengonsumsi narkotika. Misalnya, mengonsumsi dobel L terlebih dahulu sebelum akhirnya kecanduan sabu-sabu. Begitu pula pengguna kokain.

Biasanya, mereka bosan memakai sabu-sabu dan beralih ke kokain karena lebih praktis. Tinggal hirup. “Fokus utama tetap menyelamatkan korban penyalahgunaan narkotika. Yang kita perangi itu barang dan bandarnya,” jelas mantan Kapolsek Asemrowo itu. (did/rid/c6/fal/jpg)

Respon Anda?

komentar