Bakal Dihukum 17 Tahun Penjara, Pasangan Kurir Narkoba Menangis Minta Keringanan

507
Pesona Indonesia
Pasutri terdakwa kasus narkoba meninggalkan ruangan usai sidang dengan agenda pembacaan pledoi. Foto: Osias De/Batampos
Pasutri terdakwa kasus narkoba meninggalkan ruangan usai sidang dengan agenda pembacaan pledoi. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Salihin (46) dan Kamariya (43), pasang suami istri, kurir narkoba jenis sabu seberat 570 gram dan 447 gram yang ditangkap KPPBC Tanjungpinang beberapa waktu lalu, menangis saat meminta keringanan hukuman dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa, Selasa (13/9).

Dalam pledoi yang dibuat secara tertulis dan dibacakan oleh Kamariya, pasutri tersebut meminta keringanan hukuman dengan dalih agar bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halamannya Surabaya. Dengan suara terbata-bata dan sesekali sambil mengusap air matanya yang menetes di pipi, terdakwa mengaku sangat menyesal telah melakukan hal bodoh. Terdakwa pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan berharap majelis hakim memberikan ke ringan hukuman dari tuntutan hukuman 17 tahun penjara.

“Kiranya majelis hakim memberikan keringan hukuman kepada kami berdua. Sehingga kami dapat memperbaiki diri kami,”ujar terdakwa.

Isak tangisnya semakin menjadi, ketika dirinya mengatakan bahwa dirinya bersama suaminya merupakan tulang punggung keluarga. Selain itu dirinya juga ingin cepat-cepat berkumpul dengan keluarganya.

“Ibu saya yang mengurus anak-anak saya yang mulia. Selama ini saya dan suami yang mengirimkan uang untuk biaya hidup Ibu dan anak-anak saya. Tapi setelah kami di penjara, kami tak bisa membiayai keluarga lagi,” kata terdakwa.

Senada dengan istrinya, Salihin juga meminta keringanan hukuman agar dapat cepat berkumpul dengan keluarga. Ia pun mengaku bersalah dan berjanji tak mengulangi perbuatan tersebut. Ia berharap majelis hakim dapat mempertimbangkannya sebelum memberikan hukuman kepada mereka.

Setelah mendengar pembelaan yang dibacakan terdakwa, majelis hakim yang d pimpin Afrizal didampingi dua hakim anggota Zulfadly dan Acep Sopian, menunda persidangan satu pekan mendatang dengan agenda mendengarkan putusan hukuman untuk kedua terdakwa.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, Ricky Setiawan menuntut pasangan suami istri tersebut 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu tahun penjara.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum membawa narkotika golongan I bukan tanaman melebihi lima gram sebagai mana dalam dakwaan melanggar Pasal 115 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Sementara dalam dakwaan primer dan subsider terdakwa melanggar pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkoba.

Seperti diketahui, kedua terdakwa merupakan kurir yang ditangkap KPPBC Tanjungpinang di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) pada Minggu (13/3). Kedua terdakwa diamankan saat melewati mesin X Ray yang memeriksa penumpang dan barang bawaan usai turun dari kapal Mv Voc Batavia dari Malaysia tujuan Tanjungpinang.

Dari tangan Salihin, petugas menemukan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 570 gram yang disimpan dalam rapak sepatu yang digunakannya. Sedangkan dari tangan Kamariya, petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 447 gram yang disimpan didalam sepatunya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar