Begini Proses Seleksi Sekda Kepri; Diuji Tujuh Orang, Diawasi Komisi ASN, dan Divideokan

267
Pesona Indonesia
Reni Yusneli
Reni Yusneli

batampos.co.id – Delapan calon Sekretaris Daerah (Sekda) menjalani seleksi wawancara di lantai 7 Gedung Graha Kepri, Selasa (13/9) pukul 10.30 WIB.

Seleksi yang berlangsung tertutup tersebut melibatkan tujuh penguji dari tim seleksi serta diawasi satu orang dari komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain dihadapkan dengan berbagai pertanyaan, seleksi itu juga divideokan.

“Satu penguji rata-rata tiga pertanyaan, (setiap penguji) beda-beda. Satu calon waktunya satu jam,” kata calon sekda, Reni Yusneli usai menjalani tes.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Sekda Kepri ini, pertanyaan penguji diantaranya seputar tugas sekda dalam melaksanakan tugas pemerintahan, administrasi hingga peran sekda dalam hubungan antara DPRD dan pemerintah.

“Pertanyaannya nggak sulit kok, pekerjaan ini kan (sekda) saya jalani. Optimis (jadi sekda), kita yang penting usaha, iktiar sisanya urusan Allah,” katanya.

Isi makalah yang pernah ditulis para calon beberapa waktu lalu juga tak luput dari pertanyaan penguji. Hal lain yakni tentang pekerjaan sulit yang dihadapi calon namun berhasil diselesaikan dengan baik.

“Kalau saya sendiri berhasil membebaskan lahan dompak, itu yang terkesan, paling sulit namun selesai,” terang Assisten I Pemprov Kepri ini.

Soal pertanyaan-pertanyaan penguji, calon lain, Syamsul Bahrum mengungkapkan hal yang tidak jauh beda.

Menurut Assisten II Pemprov Kepri ini menjawab pertanyaan penguji terkait tugas sekda, salah satunya yakni sekda harus berani menggerakkan seluruh SKPD yang ada untuk membantu gubernur. Sekda, kata Syamsul, merupakan tulang punggung membantu gubernur dalam pembahasan anggaran baik di Badan Anggaran (Banggar) DPRD maupun di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Ini sisi keuangan,” ucapnya.

Terkait kepegawaian, menurutnya sekda harus bisa membina pegawai. Tidak hanya itusekda juga harus paham tupoksinya, sekda dituntut bisa berpikir tentang kondisi di dalam sekda sendiri jugta di luar sekda.

“Jangkauan kerja sekda ini beda dengan Sekwan (Sekretaris dewan). Kalau sekwan cakupannya kantor, sekda ini cakupannya daerah, baik dalam propinsi maupun di luar uyang berbatasan dengan Kepri,” katanya.

Bahkan jangkauan kerja tersebut berkaitan dengan negara lain yang berbatasan dengan Kepri, seperti Malaysia, Singapura, Vietnam juga Kamboja. Syamsul menilai tugas sekda ini lebih berat dari gubernur.

“Gubernur tak ada atasan (di daerah), sekda koordinasinya ke atas dan ke bawah, horisontal vertikal dan diagonal,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, sekda harusnya memiliki kekuatan berpikir, stamina atau kesehatan, kemampuan memimpin hingga kombinasi itu harus dilihat.

Dirinya yakin jika akan lolos menjadi sekda, apalagi dia sudah banyak pengalaman, dari sekretaris camat hingga assisten sekda.

“Selangkah lagi kan (jadi sekda). Saya optimis,” ucapnya.

Untuk diketahui delapan calon itu yakni Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum; Asisten I Pemprov Kepri yang juga Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli; Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri, Edy Sofyan; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Raja Ariza; dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri, Naharudin.

Sedangkan yang dari Kabupaten Karimun Sekda Karimun, Arif Fadillah; Asisten III Pemkab Karimun, Syamsuardi; dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Karimun, Muhammad Hasbi. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar