Bikin Tanjungpinang Lebih Instagramable

546
Pesona Indonesia
Akau Potong Lembu, destinasi wisata kuliner paling ramai di Tanjungpinang. foto:fatih/batampos
Akau Potong Lembu, destinasi wisata kuliner paling ramai di Tanjungpinang. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Tanjungpinang bukan kota baru. Sudah ada sejak lebih dari dua ratus tahun silam. Kondisi ini semestinya dilirik sebagai potensi daya tarik bagi wisatawan. Begitu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Pepy Candra punya pendapat. Namun, potensi tinggalah potensi bila tidak dibarengi dengan inovasi.

“Saya heran ya, kenapa pemerintah tidak berpikir untuk membikin Tanjungpinang itu, seperti kata anak muda sekarang, instagramable. Yaitu dibangun landmark-landmark unik untuk tempat berfoto dan kemudian di-upload ke media sosial instagram,” ujar Pepy pada koran Batam Pos, Selasa (13/9) kemarin.

Ada sejumlah titik yang bila disulap, kata Pepy, bisa menjadi idola muda-mudi. Semisal taman tepi laut, Tugu Raja Haji, Tugu Pensil, hingga Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Akau Potong Lembu Tanjungpinang. Seluruh tempat tersebut pada waktu-waktu tertentu memiliki banyak penggemarnya. Bahkan khusus untuk Akau Potong Lembu nyaris menjadi tujuan utama kongko-kongko warga ketika malam hari.

Perputaran uang di sini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam semalam bisa menembus angka Rp 20 juta. Tentu saja bakal berlipat ganda bilamana malam minggu tiba. Agak susah mencari meja kosong setelah pukul 20.00 WIB di sana.

“Karena itu, saya selalu berpikir andaikata Akau Potong Lembu ini bisa mendapat sentuhan kekinian,” ungkap Pepy.

Belum lagi pembenahan dan penataan gerobak dagang. Kalau perlu, kata Pepy, bisa dikucurkan dana bantuan bagi pedagang agar masing-masing gerobaknya mencirikan sesuatu yang khas Tanjungpinang sehingga bisa memiliki karakter dibandingkan pujasera yang ada di kota lain.

Mengapa harus instagramable? Pepy dengan tegas menyatakan bahwasanya promosi pariwisata melalui media sosial adalah sesuatu yang sangat praktis lagi murah dan mudah dilakukan. Dimana-mana tempat, sambung dia, sudah melirik potensi via media sosial yang tidak kenal batas dan waktu.

“Bukankah di masa-masa defisit seperti ini yang paling penting itu kita semua harus kreatif,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang ini.

Pepy menjelaskan, sebagai tempat favorit kongko-kongko lintas generasi ada banyak hal yang bisa diperbuat. Misalnya dengan membangun gapura selamat datang yang lebih modern dan ditata lebih kasual. “Tidak hanya dengan neon box yang begitu-begitu saja,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Pepy, adalah penataan lokasi. Semisal turut juga diperhatikan model kursi dan jenis meja yang digunakan. Ditanam pula pohon-pohon rindang. Tentu yang tak dapat dikesampingkan adalah keberadaan toilet yang bersih. Bila benar-benar bisa sedemikian adanya, Pepy meyakini perputaran uang di Akau Potong Lembu bisa melonjak drastis. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar