Dewan Menunggu Draf Perda Permakaman dari Pemko Tanjungpinang

298
Pesona Indonesia
Suasana ziarah kubur di pemakaman Taman Bahagia Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kini, draf ranperda pemakaman telah diajukan dan akan dilakukan pembahasan bersama agar sistem pemakaman lebih tertata dan terdata. F.oto:Fatih Muftih / Batam Pos.
Suasana ziarah kubur di pemakaman Taman Bahagia Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kini, draf ranperda pemakaman telah diajukan dan akan dilakukan pembahasan bersama agar sistem pemakaman lebih tertata dan terdata. F.oto:Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga menyebutkan bahwasanya draf rancangan peraturan daerah tentang permakaman belum tiba di meja anggota legislatif. Sehingga dipastikan dalam waktu dekat ini pembahasan perda tersebut belum bisa dilakukan.

“Kalau sudah ada di meja kami, tentu langsung kami bahaskan,” kata Angga, Selasa (13/9).

Angga mengharapkan jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa lekas merampungkan draf tersebut. Sehingga tidak banyak draf ranperda yang menumpuk untuk dibahas bersama hingga akhir tahun mendatang. Apalagi, kata dia, ranperda pemakaman ini telah masuk dalam program legislasi daerah tahun ini.

“Ya kalau lebih cepat, tentu bisa lebih baik,” ujar politisi muda Partai Golkar ini.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mendukung segera dilakukan penyelesaian draf ranperda permakaman tersebut. Menurutnya, bila nantinya perda ini disahkan, bakal membuat pelayanan administrasi pemakaman menjadi lebih rapi.

“Agar segalanya itu lebih tertata dan terdata,” kata Maskur.

Sedikit menyinggung draf yang telah diajukan, Maskur menilai ada baiknya jika urusan pemakaman tidak dipungut retribusi. Bila di daerah lain menerapkan hal sedemikian, sambung dia, tidak perlu Tanjungpinang melakukan hal yang sama. Siapa pun warga Tanjungpinang nantinya berhak dimakamkan di sana dengan terlebih dahulu mengurus administrasi di dinas terkait.

“Kalau Jakarta pakai itu, ya biarkan saja. Kita ini di daerah Melayu, masa orang berduka juga dipinta biaya,” ucapnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang telah mengajukan usulan penerapan tarif pelayanan pemakaman milik Pemko Tanjungpinang yang berlokasi di Batu Lima Belas.

“Usulan sudah diajukan menjadi Program Legislasi Daerah (Prolegda),” ujar Kabid Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang, Wambok Malilu.

Tarif retribusi pelayanan pemakaman dikatakan Wambok sangat perlu diterapkan, sebab untuk proses pemakaman diperlukan biaya. Mulai dari penggalian liang lahat, penjagaan, pemeliharaan kebersihan dan kelengkapan makam serta lainnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar