Dioda Generator Rusak, PLN Gilir Pemadaman Lagi di Pulau Lingga

453
Pesona Indonesia
Petugas PLN sub Rayon Daik memperbaiki jaringan beberapa waktu lalu. foto: hasbi/batampos
Petugas PLN sub Rayon Daik memperbaiki jaringan beberapa waktu lalu. foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala PLN Sub Rayon Daik Lingga, Jauhari Nainggolan mengatakan, akibat rusaknya dioda pada generator membuat pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir.

“Sampai besok masih ada giliran. Dioda generator rusak. Sebagian alat sudah kita kirim dari Tanjungpinang. Alat dari Jakarta yang masih terkendala belum sampai,” ungkap Jauhari menjawab pertanyaan koran Batam Pos, Selasa (13/9).

Kerusakan ini, dikatakannya, membuat PLN terpaksa kembali melakukan pemadaman bergilir untuk sejumlah jaringan di pulau Lingga. Ia meminta para konsumen untuk bersabar, sembari teknisi melakukan perbaikan.

Pantauan dilapangan, pemadaman bergilir sudah terjadi sejak Minggu (11/9) malam. Sejumlah wilayah dan kampung-kampung di ibukota kabupaten Lingga mendapat giliran. Pemadaman berlangsung mulai dari pukul 05.30 WIB hingga 11.00 WIB malam. Tercatat, sejak awal tahun 2016, kerusakan maupun pemadaman bergilir terus saja terjadi setiap bulannya.

“Selain persoalan mesin, kendala kita musim angin kencang. Ada pohon tumbang yang mengganggu jaringan. Kita sama-sama tahu jaringan PLN kita melintas di dalam hutan dan masih banyak pohon-pohon besar. Kemarin, kita juga sudah lakukan pemebersihan di lokasi-lokasi jaringan,” timpalnya.

Sementara untuk kapasitas mesin di PLN Daik, kata Jauhari, masih cukup besar. Dari total kontrak dengan PT DKSP bersama Kalimantan Sejatera Power Indo senilai 1,7 Megawatt. Jauhari membantah, jika pemadaman bergilir dan blackout mesin PLN secara tiba-tiba yang sering terjadi karena kekurangan daya ditambah lagi kini PLN Sunb Rayon Daik melayani hampir seluruh wilayah pulau Lingga mulai dari wilayah dusun Sertih desa Kelumu paling selatan hingga Teluk wilayah Lingga Timur.

“Daya masih kuat. Yang kita gunakan dibeban tertinggi sekarang baru 1,4 Megawatt. Masih sangat cukup,” sambungnya.

Sementara itu, salah seorang warga Daik, Ari mengeluhkan buruknya pelayanan PLN sub Rayon Daik Lingga. Sebagai konsumen, diakuinya pemadaman bergilir terjadi setiap bulan. Ia berharap, dalam hal ini pihak PLN bisa lebih baik dalam melakukan pelayanan kepada konsumen.

“Teruk betul makin tahun. Malam pemadaman bergilir, siang juga padam nyala listriknya. Kita minta, benahilah kinerjanya dan berikan pelayanan maksimal. Minimal, sebulan tidak ada lagi pemadaman bergilir,” keluhnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar