Dosen UMRAH Geruduk Kantor Gubernur, Kecewa Nurdin Tak Tepati Janji

494
Pesona Indonesia
Massa dari dosen dan staf Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang saat berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Kepri, Selasa (13/9). foto:faradila/batampos
Massa dari dosen dan staf Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang saat berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Kepri, Selasa (13/9). foto:faradila/batampos

batampos.co.id – Ratusan massa yang tergabung dari dosen dan staf Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang kembali menggeruduk halaman Kantor Gubernur Kepri, Selasa (13/9). Rencananya mereka ingin bertemu langsung dengan Nurdin Basirun untuk membicarakan realisasi pencairan dana hibah tahun 2016.

Namun, rupanya Gubernur Nurdin tidak ada di tempat. Ratusan massa ini serasa menelan pil pahit. Pasalnya, sebelumnya Nurdin sendiri yang menjanjikan bakal menerima audiensi kemarin, sesuai dengan waktu yang ia tentukan sendiri.

“Namun nyatanya sekarangpun gubernur tidak ada, kami kecewa,” ujar Winata Wira, perwakilan dosen dan staf UMRAH Tanjungpinang.

Wira mengungkapkan, audiensi yang direncanakan kemarin ini merupakan tindakan terakhir mereka dari penantian panjang terkait dana hibah yang tidak kunjung cair sehingga menahan tunjangan dosen dan staf selama lebih kurang 10 bulan.

Ditambah lagi, kata dia, ada kekhawatiran terhadap pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa defisit anggaran yang dialami pemprov mengakibatkan dana hibah tersebut tidak dapat terbayarkan pada tahun ini.

“Untuk itu kami ingin kejelasan terhadap dana tersebut, ketidakpastian pencairan mengakibatkan tidak terbayarkan tunjangan dosen dan staf di UMRAH saat ini. Karena berdasarkan informasi yang kami terima, dana itu sudah ada dan tinggal mencairkannya saja dengan rekomendasi dari Dinas Pendidikan,” ungkap Wira.

Sementara itu, Plh Asisten III Pemprov Kepri, Misbardi yang berbicara mewakili Gubernur Nurdin hanya bisa memohon maaf atas ketidakhadiran atasannya. “Saya menyampaikan permohonan maaf dari bapak gubernur ada tugas di yang harus dilaksanakan di Jakarta, untuk itu beliau memohon maaf karena tidak bisa hadir,” ujar Misbardi

Jika memang masih ingin berjumpa dengan gubernur, kata Misbardi, bisa menemuinya pada malam hari di Gedung Graha Kepri, Batam.

“Karena hingga malam Pak Gubernur masih ada agenda yakni pelepasan kontingen PON Kepri. Jadi setelah acara tersebut jika mau akan kami jadwalkan untuk bertemu dan berdiskusi langsung,” tambah Misbardi yang didampingi Kadis Pendidikan Yatim Mustafa dan Kasatpol PP Mafrizon di hadapan ratusan dosen dan Staf UMRAH.

Namun, tawaran Misbardi ini ditolak mentah-mentah. Mereka tetap satu suara dan meminta Pemprov Kepri yang mempersiapkan pertemuan dalam kurun waktu seminggu dari sekarang.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Kepri Yatim Mudtafa mengatakan bahwa pihaknya tidak bermaksud menahan pencairan dana hibah tersebut, namun hingga saat ini pencairan tersebut masih di TP4D Kejati dalam proses.

“Nanti setelah dapat tandatangan kejati yang menyatakan pencairan tersebut tidak bermasalah, maka kami akan segera mencairkan dana tersebut,”tegas Yatim.

Untuk itu, ia memohon dan mengharapkan dosen dan staf UMRAH untuk bersabar. Karena ia memastikan bahwa dana hibah tersebut juka memang tidak bermasalah akan secepatnya dicairkan. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar