Enam Agenda Penting sudah Menunggu DPRD Kepri

229
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.  foto:cecep mulyana/batampos
Jumaga Nadeak. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Jajaran anggota legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau tidak bisa bersantai. Kendati baru saja merampungkan kegiatan jemput aspirasi atau reses di daerah pemilihannya masing-masing, sudah ada enam agenda penting yang menunggu.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak menyebutkan, keenam agenda tersebut harus bisa dirampungkan sebelum akhir tahun. “Saya berharap, agar dapat diselesaikan sesuai waktunya,” kata Jumaga saat memimpin sidang paripurna pembukaan masa sidang, Selasa (13/9).

Di antara enam agenda yang sudah menanti untuk dikerjakan itu adalah pembahasan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), perubahan struktur organisasi tata kerja, dan susunan APBD Perubahan. “Belum lagi kami harus segera mengurus pembentukan pansus pemilihan wakil gubernur. Masih cukup banyak yang menumpuk ini,” kata Jumaga.

Kendati begitu, Jumaga tetap mengingatkan kepada jajarannya agar tidak bekerja setengah hati apalagi asal-asalan. Ia tetap menginginkan masing-masing panitia khusus yang sudah dibentuk mampu bekerja maksimal di tengah agenda yang padat ini. Karena produk hukum berupa peraturan daerah, kata Jumga, harus berkualitas agar implementasinya tidak salah-kaprah.

“Apalagi RPJMD yang jadi prioritas utama. Sudah meleset dari tenggat yang seharusnya,” ungkapnya.

Tentang pembahasan draf RPJMD Provinsi Kepulauan Riau 2016-2021 memang bukan tugas yang mudah. Mengingat sebelumnya pansus mengeluhkan rancangannya yang masih begitu amburadul. Sebagaimana yang diutarakan anggota Pansus RPJMD, Suryani, bahwa ia bersama rekan-rekannya mesti mengoreksi secara menyeluruh tanpa terkecuali.

“Pembahasannya masih awal sekali. Karena banyaknya data yang salah dari bab ke bab yang lain,” kata Suryani.

Beberapa perbaikan atau pun catatan yang sempat dikritisi sejumlah Fraksi di DPRD Kepri rupanya belum semuanya digarap dengan baik. Misalnya, kata Suryani, menjabarkan jenis-jensis rencana program pembangunan kemaritiman di Kepri yang tertuang pada visi gubernur.

“Konsentrasi pemerintah selama lima tahun ke depan ini belum terlihat secara gamblang. Pembangunan maritim, misalnya. Sektor apa yang mau diandalkan itu tidak dijelaskan. Budidayanya kah? Pariwisatanya kah? Sudah berulang kali kami ingatkan hal ini ke gubernur,” ujar Suryani.

Pansus RPJMD, kata Suryani, juga tidak mau tergesa-gesa dalam pembahasan ini. Kalau hanya sekenanya dan sekadar formalitas, kata dia, tentu mudah saja. Tapi demi pembangunan Kepri yang lebih baik ke depannya, Suryani menegaskan Pansus RPJMD ingin memberikan yang terbaik. Termasuk tak bosan-bosan memberikan masukan dan kritik.

“RPJMD kan buat lima tahun ke depan. Kalau mau sekenanya sih bisa saja. Tapi ini juga nanti dievaluasi di Kemendagri. Kami tidak mau seperti LKPD sebelumnya, yang tidak nyambung itu,” ungkapnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar