Jalan Menuju Kawasan Wisata Pemandian Air Panas Rusak Parah

588
Pesona Indonesia
Kondisi jalan menuju wisata air terjun Pakli di Lingga. foto:wijaya satria/batampos
Kondisi jalan menuju wisata air terjun Pakli di Lingga. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Jalan menuju kawasan wisata pemandian air panas dari Simpang Air Pakli rusak parah. Jalan tanah sepanjang 2,5 kilometer tersebut pernah mendapat pengerasan pada 2012 lalu melalui dana PNPM. Namun kini bergelombang akibat pengikisan air tanpa ada pembenahan sama sekali hingga saat ini.

Kondisi rusaknya jalan Air Pakli tersebut menyulitkan pendatang yang ingin menikmati kawasan wisata andalan Pulau Singkep yakni pemandian air panas. Akses jalan Air Pakli itu lebih dekat bagi wisatawan pendatang yang turun di Pelabuhan Jago, jika dibandingkan dengan akses jalan yang ada di Dabo Singkep. Mereka mesti memutar jalan hingga puluhan kilometer.

“Jalan Air Pakli dari Desa Berindat ini sering dilalui wisatawan pendatang yang ingin menikmati wisata pemandian air panas. Namun kondisinya sekarang sangat parah,” kata Ketua Badan Permusyawaratan Desa Berindat, Kambul, ketika ditemui di Kantor Desa, Selasa (13/9) siang.

Kawasan wisata andalan Pulau Singkep, pemandian air panas ini, terbukti sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lingga. Karena, terhitung ribuan pengunjung ke lokasi pemandian air panas itu dalam sebulan.

Kambul menambahkan, jalan Air Pakli saat ini selain sebagai akses untuk mempermudah pengunjung ke lokasi wisata, juga sebagai penopang perekonomian masyarakat Desa Berindat dari sektor pertanian. Pasalnya, warga berindat sekitar 70 persen warga desa tersebut memiliki lahan perkebunan dan menggunakan jalan tersebut.

Kabul mengingat pada 2012 lalu jalan itu telah mengalami pengerasan melalui dana PNPM. Sejak saat itu jalan tersebut tidak pernah tersentuh lagi sehingga mengalami kerusakan sangat parah hampir di sepanjang badan jalan.

“Setiap kali musrenbangdes, selalu kami sampaikan dan kami ajukan pembangunan jalan Air Pakli itu, karena kami memandang sangat penting bagi daerah kami,” ujar Kambul.

Namun yang terjadi, ajuan dalam musrenbangdes tersebut tidak mendapat tanggapan dari Pemkab Lingga. Hal ini terbukti belum adanya aktifitas pembangunan yang dilakukan Pemkab Lingga terhadap jalan tersebut.

Semantara itu di tempat yang sama, Camat Singkep Pesisir, Dadang Setia Budi, mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Lingga agar dapat melakukan pembangunan jalan yang lebih baik di kawasan itu. Hal ini menurutnya sebagai urat nadi bagi pertumbuhan perkembangan ekonomi Desa Berindat.

Selain itu, dia juga mengakui jika akses tersebut sangat memacu pertumbuhan kawasan wisata andalan Pulau Singkep. Kawasan pemandian air panas sangat digemari pendatang dengan rata-rata jumlah pengunjung hingga ribuan orang.

“Selain itu, saya juga belum mengecek apakah Kepala Desa Berindat mengusulkan dana desa untuk pengerasan jalan itu,” kata Dadang.

Dia juga meminta kepada warga yang memiliki kebun di kawasan itu agar tidak mempersulit pemerintah jika nantinya ada pembangunan jalan di kawasan tersebut yang menggunakan sedikit lahan kebun warga sekitar. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar