Mantan Bupati Ogan Ilir Hirup Udara Bebas Hari Ini

378
Pesona Indonesia
Ahmad Wazir Noviadi. Foto: dokumen JPNN
Ahmad Wazir Noviadi. Foto: dokumen JPNN

batampos.co.id – Bupati non aktif Ogan Ilir (OI) Ahmad Wazir Noviadi alias Ofi, divonis menjalani rehabilitasi selama enam bulan atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Vonis tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi.

“Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa terbukti menggunakan narkotika untuk dirinya sendiri,” ujar ketua majelis hakim Ardianda Patria, di Pengadilan Negeri Klas I A, Khusus Palembang, seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (14/9).

Dalam sidang itu, hakim menyatakan Ofi terbukti melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menghukum terdakwa agar menjalani rehabilitasi selama enam bulan,” kata Ardianta lantang.

Masa rehabilitasi yang dijalani, dihitung seluruhnya sebagai masa hukuman. “Atas putusan tersebut, terdakwa dipersilakan menerima ataupun menolak putusan hakim dengan mengajukan banding,” bebernya.

Sementara itu M Fadhli, penasehat hukum AW Noviadi mengatakan kliennya akan langsung bebas setelah menerima vonis tersebut.

“Besok pagi (hari ini, red), Ofi bebas,” ujar M Fadhli, salah seorang penasehat hukum AW Noviadi dihubungi pukul 18.42 WIB tadi malam.

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima atau tidak melakukan upaya banding.

Tim penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Ofi pada 13 Maret 2016 di kediamannya Jl Musyawarah, Komplek Bandar Baru Permai, Blok E5 RT 05 RW 02, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang.

Dia ditangkap bersama dengan rekannya Murdani alias Murni dan Faisal Roche alias Ichan atas dugaan pesta sabu.

BNN menetapkan Ofi menjadi tersangka pada 18 Maret. Saat itu juga, Ofi menjalani rehabilitasi di Lido. Pada tanggal itu juga Mendagri Tjahjo Kumolo memecat putra mantan Bupati OI dua periode, Mawardi Yahya itu, dengan SK No 131.16.3030 tahun 2016.

Setelah mendengar putusan tersebut, Ofi dengan wajah datar menyatakan menerima putusan hakim tersebut. Hal serupa juga dilakukan Jaksa Penuntut Umum yang menerima putusan hakim.

“Untuk itu putusan sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkhract),” tutup Ardianda.

Terdakwa lainnya yakni Murdani (berkas terpisah) dan Faisal Roche alias Ichan (berkas terpisah) juga mendapatkan vonis yang sama. Keduanya juga langsung menerima putusan hakim.(jpg)

Respon Anda?

komentar