ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN
ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Lemahnya gerakan Satpol PP Kota belakangan akhir ini terkait tidak pernah lagi melaksanakan razia ditempat prostitusi terselebung mendapat pertanyaan berbagai kalangan.

Salah satunya Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Romidi Karnawan menilai, sebaiknya Satpol PP terus gencar melakukan razia ditempat Hotel kelas melati.

Pasalnya disejumlah kota besar memang menjadi favorit para PSK sebagai tempat tinggal. Tidak menutupkemungkinan terjadi di Kota Bengkulu.

“Kalau namanya prostitusi terselubung itu jangan dibiarkan aktif. Jika dibiarkan aktif maka yang terjadi penyakit masyarakat akan terus menyebar. Pemerintah Daerah harus menyikapi persoalan ini dengan bijak. Selain itu pemilik hotel jangan memikirkan kepentingan bisnisnya saja,” kritik Romidi superit diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) hari ini (14/9).

Disampaikan Romidi, praktek prostitusi terselubung banyak terjadi di Bengkulu sudah menjadi rahasia umum lagi. Pasalnya masih aktifnya eks.lokalisasi kawasan Pulau Baai RT 8 Kelurahan Sumber Jaya terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Apalagi janji Pemerintah Kota Bengkulu akan menjadi kawasan eks.lokalisasi tersebut lebih bermartabat sesuai dengan program Bengkulu religius terus dipertanyakan tindaklanjutnya.

“Saya orang Bengkulu tahu betul kondisi Bengkulu. Apalagi program Bengkulu religius sejauh ini masih ada. Bagaimana mungkin kalau tempat maksiat seperti kawasan Pulau Baai masih dibiarkan saja. Itu artinya pemkot sama saja membiarkan tempat maksiat terus aktif. Walikota harus tegas dalam hal ini,” bebernya.

Selain itu lanjut Romidi, selain rutin menggelar razia disejumlah hotel/penginapan. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Satpol PP merazia tempat-tempat yang juga diduga sebagai tempat prostitusi terselebung seperti panti pijat dan rumah-rumah karoake juga wajib ditertibkan.

“Tidak ada alasan jika pemkot membiarkan tempat prostitusi terselubung itu. Karena Kota Bengkulu punya perda aturan pelarangan prostitusi pelacuran. Untuk itu pemkot harus jalankan dengan tegas, jangan malah membiarkan,” pungkasnya.

Terkait hal itu Kasi Operasional Satpol PP Kota Bengkulu, Asmiliadi, S.Sos mengatakan, terkait melakukan razia tersebut tergantung kebijakan atasan. “Kita sifatnya menunggu perintah atasan. Yang jelas kalau patroli terus kita lakukan terutama terhadap pedagang membandel,” singkat Asmiliadi.(jpg)

Respon Anda?

komentar