Raih Nilai Tertinggi, Arif Fadillah Terpilih Sekda Pemprov Kepri

1069
Pesona Indonesia
Arif Fadillah. Foto: istimewa
Arif Fadillah. Foto: istimewa

batampos.co.id -Hasil penilaian seluruh proses seleksi terbuka terhadap calon Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau menetapkan tiga nama dengan nilai tertinggi. Dari tiga nama itu, Arif Fadillah meraih nilai tertinggi. Menyusul Syamsul Bahrum dan Naharuddin.

Data hasil seleksi yang diperoleh batampos.co.id dari panitia seleksi menyebutkan, Arif Fadillah meraih nilai 82,98. Syamsul Bahrum menempel ketat dengan nilai 81,07, dan Naharuddin 77,02.

Nilai tersebut akumulasi dari penilaian administrasi, makalah, assessment centre, dan wawancara akhir terhadap calon Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Provisnsi Kepri.

Panitia seleksi merekomendasikan tiga nama tersebut kepada Gubernur Kepri untuk dipilih menjadi Sekda berdasarkan peringatnya.

Dengan demikian, Arif Fadillah berhak menduduki posisi Sekda Provinsi Kepri dan tinggal menunggu pengesahan dan pelantikan Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Arif saat ini menjabat sebagai Sekda Kabupaten Karimun. Sedari awal, Arif memang dijagokan karena selain kapasitas, Arif juga lama bekerjasama dengan Nurdin saat Nurdin masih menjadi Bupati Karimun.

Penetapan tiga besar calon sekda hasil seleksi itu dilakukan pada 13 september 2016 yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Prof. Dr. Eko Prasojo. Hasil ini juga sudah diumumkan di website Pemprov Kepri.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada delapan kandidat Sekda Kepri diuji mengenai kecakapan dan pengetahuannya lewat seleksi Asessment Centre, pada Kamis (1/9/2016) lalu di Hotel CK, Tanjungpinang.

“Seleksi Assement Centre tentunya untuk melihat kecakapan dan pengetahuan masing-masing kandidat. Seperti apa bentuk pertanyaannya, masih jadi rahasia kami,” ujar Ketua Pansel Sekda Kepri, Eko Prasojo, saat itu.

Sebelum itu, ada penilaian makalah dan peserta yang lulus tertuang dalam surat pengumuman Nomor 03/Pansel-JPTM/KEPRI/2016, yakni: Edy Sofyan, Muhammad Hasbi, Naharuddin, Raja Ariza, Reni Yusneli, Syamsuardi, Syamsul Bahrum, dan T.S. Arif Fadillah.(jpg/nur)

Respon Anda?

komentar